Minggu, 01 Maret 2015

You are not alone

Ketika pundakmu terasa berat oleh masalah, kau memaki Tuhan karena merasa Dia tidak adil, kau merasa kerdil karena sekelilingmu menjadi raksasa, lihatlah dia yang melahirkanmu. Dia bertaruh hidup dan mati untuk menghadirkanmu kedunia. Pantaskah kau kutuki kesusahanmu ?

Ketika banyak usaha yang kau lakukan gagal, ketika banyak kesempatan tidak bisa kau manfaatkan dengan maksimal. Kau kecewa lantas menghukum diri dan larut dalam keterpurukan. Lihatlah dia yang melahirkanmu. Dia bertaruh hidup dan mati untuk melihat senyummu. Pantaskah kau suguhi air mata kegagalan ?

Ketika teman-temanmu lebih sukses dibandingkan dirimu. Ketika mereka yang dulunya bodoh meraih gelar pasca sarjana. Ketika mereka yang dulu kuper menjadi primadona. Kau menatap benci ke layar kaca, kau menduga mereka memakai guna-guna. Lihatlah Dia yang menghadirkanmu ke dunia. Dia bertaruh nyawa antara hidup dan mati untuk melihat perjuanganmu. Pantaskah kau hanya tampakkan wajah dengki ?

Dia ibumu orang pertama yang bangga akan kesuksesanmu, dan dia juga orang pertama yang memaklumi kegagalanmu. Dia sangat paham arti kehidupan, kegagalan hanyalah sukses yang tertunda.

Dia ibumu orang pertama yang bahagia melihat senyumanmu, dan dia juga orang pertama yang merasakan kesedihanmu. Dia sangat paham beratnya perjuangan, selalu ada pengorbanan dalam meraih impian.

Dia ibumu orang pertama yang gembira dengan prestasimu, dan dia juga orang pertama yang memaafkan kekeliruanmu. Dia sangat paham maknanya proses belajar, selalu ada salah untuk melihat yang benar.

Berhentilah menyalahkan diri sendiri,
Kurangilah rasa iri hati, Tingkatkanlah kepercayaan diri,
Senantiasa perbaiki diri dan perbanyak rasa syukur
karena ada dia yang selalu bisa merasakan semua yang kau rasa
sadari dan yakinlah, kamu tidak pernah sendiri
**************************
dalam kenangan terindah
alm Bunda Lela Isnah (05051939 - 26032009)
"terimakasih bunda, seutuhnya kau selalu ada dihati"

********************************

3 komentar:

  1. Inspiratif Mbak. makasih untuk tulisan motivasinya :)

    BalasHapus
  2. terimakasih banyak atas kunjungannya, semoga ga buat jera ya mbak :D

    BalasHapus
  3. […] lalu mencari perbandingan dengan dirinya sendiri semasa kecil dulu. “waktu aku kecil dulu, ibuku bilang aku usia 9 bulan udah bisa jalan lho, ini si Ana kok udah lebih setahun belum bisa jalan ya […]

    BalasHapus


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal