Sunday, February 1, 2015

Menyiasati Waktu bermain dengan anak

Sebagai ibu rumah tangga yang juga berkerja di luar rumah membuat saya tidak memiliki waktu yang banyak untuk bermain bersama anak. Padahal anak saya yang saat ini berusia 5 tahun sedang membutuhkan perhatian yang super ekstra dimasa tumbuh kembangnya. Sebenarnya ada sih waktu saya sisakan untuk dia setiap harinya sekitar 2-3 jam dari jam 19:00 - 21:00 WIB, namun sebagai ibu seharusnya waktu yang saya berikan untuk dia adalah 24 jam dari waktu yang saya punya. Saya sungguh telah bersalah kepada anak saya karena hanya memberi dia sisa waktu dari kesibukan saya. Tapi semua ini terjadi karena konsekuensi dari pilihan saya untuk berkerja. Dan semua saya lakukan demi masa depan anak.

Sebagai mana pesan dari psikolog anak di sekolah PAUD anak saya, yang menyarankan agar anak saya bisa tumbuh optimal, perkembangan syaraf motoriknya halusnya harus seimbang dengan motorik kasarnya. Semua ini bisa diwujudkan dengan peran orang tua yang intens salah satunya dengan bermain bersama anak. Dalam dunia anak, bermain adalah salah satu media utama dalam tumbuh kembangnya.

Saya paham, saya tidak begitu mumpuni dalam memberi penjelasan tentang hal-hal yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak. Namun dari info yang saya dapat dari berbagai sumber menyebutkan bahwa apabila anak mengalami gangguan dalam perkembangan motoriknya, akan mengakibatkan anak akan mengalami gangguan dalam melakukan gerak dan juga gangguan pada perkembangan motorik anak akan menghambat akses pada sumber-sumber eksternal serta regulasi emosi dan kecerdasan.

Sadar akan pentingnya perkembangan motorik anak, maka saya pun sebisa mungkin meluangkan waktu untuk menemani anak dalam aktifitas bermainnya. Namun lagi-lagi segala bentuk rutinitas perkerjaan saya menjadi kendala. Tapi saya tidak mau kehabisan akal. Khusus untuk hari libur dimana seharusnya waktu saya adalah untuk anak, namun atasan mengharuskan saya untuk tetap masuk kerja, agar saya tidak kehilangan waktu kebersamaan dengan anak,  maka saya mengajak anak saya ikut ngantor bersama saya. Disela-sela kesibukan saya, saya tetap bisa menemaninya melakukan hal-hal yang dia senangi seperti menggambar bersama, menonton bersama dan bermain game bersama.

Saya tidak tahu pasti yang saya lakukan ini apakah tepat secara ilmu psikologi anak, namun yang saya tahu anak saya tampak ceria dan bahagia dengan apa yang kami lakukan bersama. Mungkin benar filosofi berikut ini "kebahagian itu bukan karena tempat dimana anda berada, namun karena orang yang bersama anda"

Happy weekend all ..

PIC_15-02-01_14-59-30 PIC_15-02-01_15-00-55 PIC_15-02-01_15-06-51 PIC_15-02-01_15-07-02 PIC_15-02-01_15-07-10 PIC_15-02-01_15-07-21

0 comments:

Post a Comment


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal