Rabu, 18 Februari 2015

Keajaiban Sedekah dalam 5 hari

Kalo bicara soal sedekah, aku jadi teringat sama kejadian bulan September tahun 2013 lalu. Suatu kejadian yang luar biasa dahsyat memporak-porandakan kehidupanku, hingga aku nyaris melakukan tindakan yang sangat dimurkai Allah. Ya teman, kala itu aku nyaris bunuh diri karena tak kuasa menahan beban permasalahan yang kuhadapi. Astaghfirullah. Kalau saja anak ku yang sedang tidur itu tidak terbangun dan menangis, mungkin saat ini aku tinggal nama dan hanya menyisakan kenangan teramat pahit untuk keluargaku. Tapi Alhamdulillah, Allah masih menyayangiku, dia mengirimkan tangis anakku pada saat yang tepat, sehingga aku sadar dan terhindar dari dosa besar itu.

Jika sebagian dari teman-teman ada yang bertanya apa sih yang terjadi pada waktu itu ? Sehingga aku punya pikiran untuk mengakhiri hidup segala ?

Semua ini terjadi akibat usahaku yang bangkrut karena modal ku dibawa kabur oleh rekan kerja, sehingga aku menghadapi tuntutan dari klien seorang diri. Meskipun aku sudah menjelaskan duduk persoalannya kepada semua klien yang terkait, namun mereka tidak peduli dan tetap menuntut aku untuk bertanggung jawab. Mereka tidak salah, aku memaklumi sepenuhnya bahwa mereka berhak menuntut ku untuk bertanggung jawab, karena yang mereka tahu usaha itu adalah milikku dan aku adalah pengelolanya. Mereka memang tidak mengenal rekan yang berkerjasama dengan ku. Yang membuatku semakin panik, instansi terkait yang juga berhubungan dengan usahaku ini memberi ultimatum kepadaku hanya hingga akhir bulan bagi ku untuk menuntaskan semua keluahan klien. Tidak ada jalan lain bagi ku saat itu selain segera mengganti segala kerugian yang dialami klien. Sekujur tubuhku bergetar dengan dahsyat melihat angka yang tertera pada kertas di hadapanku. 25 Juta Rupiah. Bagaimana aku bisa mendapatkan uang sebesar itu dalam waktu yang sangat singkat, sementara aku tidak memiliki satupun harta berharga yang bisa dijadikan jaminan kepada pihak lain. Karena kalut itulah, sehingga setan dengan mudah masuk dan bersarang diotakku.

Yang membuat aku semakin kalut dan tak berdaya adalah suami tidak mengetahui sedikitpun permasalahan yang tengah aku hadapi, karena kesibukannya sebagai karyawan sebuah perusahaan migas, dia memang tidak ikut campur dalam usaha yang aku kerjakan. Bahkan kalau boleh jujur, sebenarnya suamiku tidak begitu setuju ketika aku memulai usaha ini, bukannya apa-apa, dia hanya tidak ingin aku sibuk dengan usaha lantas kewajiban sebagai ibu rumah tangga terabaikan. Namun setelah aku berjanji tidak akan mengabaikan kewajiban ibu rumah tangga maka akhirnya dia setuju dengan usaha yang aku jalani.

Kembali ke persoalan di atas, aku sangat kalut dan berusaha menutupi semua masalah ini dari suami. Jadi bisa dibayangkan bukan betapa tersiksanya aku saat itu, ketika deadline dari klien tinggal 10 hari lagi, sementara aku belum mendapatkan sedikitpun jalan untuk mendapatkan uang.

Makan tak enak, tidur pun tak nyenyak. Aku pun sering terjaga di tengah malam, lalu berlari ke kamar mandi, lalu menenggelamkan tangisan ku diantara suara air. Aku segera berwudhu, lalu menghantarkan diri dalam kepasrahan terdalam disajadah panjang. Allah itu memang tidak pernah jauh dari hambaNYA, namun kesombongan hambaNYA lah yang menjauhkan diri dari Rabbnya. Pertolongan Allah itu sangat dekat bagi hambaNYA yang mau meminta pertolongan. Dan pemberian Allah itu berlipat ganda dari pemberian yang di berikan oleh hambaNYA.

Siang itu, sisa 7 hari lagi dari batas waktu yang ditentukan. Aku mengamati saldo di rekeningku yang jumlahnya tak lebih dari 700 ribu. Sebenarnya itu adalah uang untuk kebutuhan rumah tangga hingga akhir bulan. Namun entah kenapa aku berkeingan untuk mensedekahkan semuanya seperti ceramah yang kudengar dua hari sebelumnya. Dengan membaca bismillah, akhirnya aku mengirimkan semua uang itu kepada Yayasan Dompet Dhuafa. Aku berserah diri kepada Allah atas semua permasalah yang tengah aku hadapi.

Ketika malam tiba, aku pun memberanikan diri untuk jujur kepada suami. Ibarat narapidana yang akan di hukum mati, yang pasrah dengan keadaan, aku pun memasrahkan diri akan murka suami. Memang benar, reaksi suami sesuai dengan yang aku perkirakan. Dia marah besar. Dia marah bukan karena masalah uangnya, yang dia marahkan adalah karena aku telah mengabaikannya dan menutupi masalah yang sangat pelik ini darinya. Aku hany bisa menangis, tertunduk dalam penyesalan teramat dalam. Aku merasa sungguh berdosa sebagai istrinya. Malam itu terasa sangat panjang untuk kulalui.

Keesokan harinya, ketika sedang membereskan ruang usaha, aku dikejutkan oleh suara sales yang menawarkan produknya. Awalnya aku tidak memperdulikannya, namun setelah melihat seragam yang dikenakannya, aku melihat logo Bank Danamon maka aku segera menghampirinya. Rupanya dia menawarkan pinjaman tanpa agunan. Ya Allah, inikah bentuk pertolonganmu. Aku pun segera menghubungi suami, dan memberitahunya tentang tawaran sales itu. Alhamdulilah suami setuju, setelah melengkapi sarat-sarat yang dibutuhkan, dua hari kemudian pinjaman kami cair dari bank sebesar 20 juta. Berarti tinggal 5 juta lagi yang harus kami usahakan. Kami mencoba membawa BPKB motor suami ke bank BRI, dan berhasil mendapatkan 5 juta tiga hari kemudian. Sungguh tak ada yang mustahil bagi Allah jika dia berkehendak. Hanya dalam waktu 5 hari, semenjak sedekah 700 ribu itu aku kirimkan, Allah langsung mengirimkan 25 juta untuk menyelesaikan permasalahanku. Ini memang hutang, namun hutang ini telah menyelamatkanku, suami, anak dan keluarga besarku yang lain dari rasa malu.

Artikel ini diikut sertakan dalam Fadevmother's First GiveAway

5 komentar:

  1. Subhanallah.. pertolongan Allah datang diwaktu yang tidak kita sangka ya mak. Terimakasih sudah menginspirasi :-)

    BalasHapus
  2. Artikel yang bagus mba,salam kenal ya..semoga keajaiban keajaiban dariNYA hadir buat kita hambanya

    BalasHapus
  3. Terima kasih sudah berbagi inspirasi Mak Merida :)

    BalasHapus
  4. Wah terima kasih Sharingnya sangat menginspirasi :)

    BalasHapus
  5. halo..juri berkunjung. Goodluck yeeaaa

    BalasHapus


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal