Kenali Darah Haid Yang Beresiko Penyakit

7 dari 10 wanita tidak pernah memperhatikan warna darah haid mereka ketika akan mengganti pembalut. Faktanya warna darah haid tertentu bisa mengindikasikan tubuh sedang menderita penyakit.

Upaya Pelestarian Sungai Yang Patut Dijadikan Contoh

Tahu kah kamu ? Ternyata ada satu daerah di Indonesia ini yang masyarakatnya selalu berupaya melestarikan sungainya ? Bahkan mereka rela untuk tidak mengambil ikan di sungai itu dalam waktu tertentu demi menjaga agar habitat alami sungai tetap terpelihara.

10 Best Couple Yang Bikin Baper

Kalo bicara tentang K-Drama, apalagi yang genrenya roman gitu, pasti ga akan bisa lepas dari yang namanya best couple. Kemampuan mereka dalam menyerap karakter yang diberikan penulis dan juga kemampuan mereka dalam mentransfernya kepada penonton berhasil membuat penonton terbawa perasaan, meskipun drama itu sendiri telah usai masa tayangnya. Istilah orang-orang sekarang nih, chemistry-nya dapet banget !

Kenali Penyebab dan Gejala Anyang-anyangan

Anyang-anyangan merupakan gejala awal infeksi saluran kemih adalah suatu gejala dimana penderita merasa selalu ingin buang air kecil, tetapi kuantitas urine sedikit. Dalam beberapa kasus, saluran kencing terasa panas dan perih

Tips Melicinkan Pakaian Tanpa Setrika

Menurut aku, menyetrika itu adalah perkerjaan yang sangat monoton, menyita waktu, bikin gerah, sekaligus bikin kaki selalu kram atau kesemutan. Dengan kata lain membosankan.Ada yang satu team sama aku ga, nih ? Kalo iya, yuk ngacung dengan komen pake hashtag #TeamOgahNyetrika

Rabu, 18 Februari 2015

Keajaiban Sedekah dalam 5 hari

Kalo bicara soal sedekah, aku jadi teringat sama kejadian bulan September tahun 2013 lalu. Suatu kejadian yang luar biasa dahsyat memporak-porandakan kehidupanku, hingga aku nyaris melakukan tindakan yang sangat dimurkai Allah. Ya teman, kala itu aku nyaris bunuh diri karena tak kuasa menahan beban permasalahan yang kuhadapi. Astaghfirullah. Kalau saja anak ku yang sedang tidur itu tidak terbangun dan menangis, mungkin saat ini aku tinggal nama dan hanya menyisakan kenangan teramat pahit untuk keluargaku. Tapi Alhamdulillah, Allah masih menyayangiku, dia mengirimkan tangis anakku pada saat yang tepat, sehingga aku sadar dan terhindar dari dosa besar itu.

Jika sebagian dari teman-teman ada yang bertanya apa sih yang terjadi pada waktu itu ? Sehingga aku punya pikiran untuk mengakhiri hidup segala ?

Semua ini terjadi akibat usahaku yang bangkrut karena modal ku dibawa kabur oleh rekan kerja, sehingga aku menghadapi tuntutan dari klien seorang diri. Meskipun aku sudah menjelaskan duduk persoalannya kepada semua klien yang terkait, namun mereka tidak peduli dan tetap menuntut aku untuk bertanggung jawab. Mereka tidak salah, aku memaklumi sepenuhnya bahwa mereka berhak menuntut ku untuk bertanggung jawab, karena yang mereka tahu usaha itu adalah milikku dan aku adalah pengelolanya. Mereka memang tidak mengenal rekan yang berkerjasama dengan ku. Yang membuatku semakin panik, instansi terkait yang juga berhubungan dengan usahaku ini memberi ultimatum kepadaku hanya hingga akhir bulan bagi ku untuk menuntaskan semua keluahan klien. Tidak ada jalan lain bagi ku saat itu selain segera mengganti segala kerugian yang dialami klien. Sekujur tubuhku bergetar dengan dahsyat melihat angka yang tertera pada kertas di hadapanku. 25 Juta Rupiah. Bagaimana aku bisa mendapatkan uang sebesar itu dalam waktu yang sangat singkat, sementara aku tidak memiliki satupun harta berharga yang bisa dijadikan jaminan kepada pihak lain. Karena kalut itulah, sehingga setan dengan mudah masuk dan bersarang diotakku.

Yang membuat aku semakin kalut dan tak berdaya adalah suami tidak mengetahui sedikitpun permasalahan yang tengah aku hadapi, karena kesibukannya sebagai karyawan sebuah perusahaan migas, dia memang tidak ikut campur dalam usaha yang aku kerjakan. Bahkan kalau boleh jujur, sebenarnya suamiku tidak begitu setuju ketika aku memulai usaha ini, bukannya apa-apa, dia hanya tidak ingin aku sibuk dengan usaha lantas kewajiban sebagai ibu rumah tangga terabaikan. Namun setelah aku berjanji tidak akan mengabaikan kewajiban ibu rumah tangga maka akhirnya dia setuju dengan usaha yang aku jalani.

Kembali ke persoalan di atas, aku sangat kalut dan berusaha menutupi semua masalah ini dari suami. Jadi bisa dibayangkan bukan betapa tersiksanya aku saat itu, ketika deadline dari klien tinggal 10 hari lagi, sementara aku belum mendapatkan sedikitpun jalan untuk mendapatkan uang.

Makan tak enak, tidur pun tak nyenyak. Aku pun sering terjaga di tengah malam, lalu berlari ke kamar mandi, lalu menenggelamkan tangisan ku diantara suara air. Aku segera berwudhu, lalu menghantarkan diri dalam kepasrahan terdalam disajadah panjang. Allah itu memang tidak pernah jauh dari hambaNYA, namun kesombongan hambaNYA lah yang menjauhkan diri dari Rabbnya. Pertolongan Allah itu sangat dekat bagi hambaNYA yang mau meminta pertolongan. Dan pemberian Allah itu berlipat ganda dari pemberian yang di berikan oleh hambaNYA.

Siang itu, sisa 7 hari lagi dari batas waktu yang ditentukan. Aku mengamati saldo di rekeningku yang jumlahnya tak lebih dari 700 ribu. Sebenarnya itu adalah uang untuk kebutuhan rumah tangga hingga akhir bulan. Namun entah kenapa aku berkeingan untuk mensedekahkan semuanya seperti ceramah yang kudengar dua hari sebelumnya. Dengan membaca bismillah, akhirnya aku mengirimkan semua uang itu kepada Yayasan Dompet Dhuafa. Aku berserah diri kepada Allah atas semua permasalah yang tengah aku hadapi.

Ketika malam tiba, aku pun memberanikan diri untuk jujur kepada suami. Ibarat narapidana yang akan di hukum mati, yang pasrah dengan keadaan, aku pun memasrahkan diri akan murka suami. Memang benar, reaksi suami sesuai dengan yang aku perkirakan. Dia marah besar. Dia marah bukan karena masalah uangnya, yang dia marahkan adalah karena aku telah mengabaikannya dan menutupi masalah yang sangat pelik ini darinya. Aku hany bisa menangis, tertunduk dalam penyesalan teramat dalam. Aku merasa sungguh berdosa sebagai istrinya. Malam itu terasa sangat panjang untuk kulalui.

Keesokan harinya, ketika sedang membereskan ruang usaha, aku dikejutkan oleh suara sales yang menawarkan produknya. Awalnya aku tidak memperdulikannya, namun setelah melihat seragam yang dikenakannya, aku melihat logo Bank Danamon maka aku segera menghampirinya. Rupanya dia menawarkan pinjaman tanpa agunan. Ya Allah, inikah bentuk pertolonganmu. Aku pun segera menghubungi suami, dan memberitahunya tentang tawaran sales itu. Alhamdulilah suami setuju, setelah melengkapi sarat-sarat yang dibutuhkan, dua hari kemudian pinjaman kami cair dari bank sebesar 20 juta. Berarti tinggal 5 juta lagi yang harus kami usahakan. Kami mencoba membawa BPKB motor suami ke bank BRI, dan berhasil mendapatkan 5 juta tiga hari kemudian. Sungguh tak ada yang mustahil bagi Allah jika dia berkehendak. Hanya dalam waktu 5 hari, semenjak sedekah 700 ribu itu aku kirimkan, Allah langsung mengirimkan 25 juta untuk menyelesaikan permasalahanku. Ini memang hutang, namun hutang ini telah menyelamatkanku, suami, anak dan keluarga besarku yang lain dari rasa malu.

Artikel ini diikut sertakan dalam Fadevmother's First GiveAway

Selasa, 17 Februari 2015

Galau Tema Penulis Pemula

Halo semua.. apa kabarnya nih hari ini. Semoga semua dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa ya, aamiin. Kali ini aku mo cobain menantang diri sendiri untuk ikutan GAnya blog CokelatGosong. Temanya tentang jatuh bangun meraih prestasi didunia menulis.

Kalo bicara seputar dunia tulis menulis, sebenarnya aku sudah sangat tertarik pada dunia yang satu ini semenjak masih SMU dulu. Cuma entah kenapa dari dulu sampai sekarang aku masih tidak PD dengan karya-karyaku. Saking tidak PDnya ketika mengisi mading di SMU dulu aku kerap menggunakan nama samaran. Ada rasa malu kalo karyaku tidak sesuai yang diharapkan orang, ada rasa ga enak hati kalo ada yang bilang tulisanku jelek. Padahal kalo aku lebih berbesar hati menerima semua kritikan itu pastinya aku akan semakin terlatih dalam menggali potensi diri.

Dulu aku sempat merasa iri yang luar biasa sama teman sekelas yang karyanya bisa menang dalam lomba cerpen yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah. Aku kagum banget dengan cara dia berbahasa didalam menulis, begitu hangat dan enak untuk dibaca. Bahkan kadang-kadang aku merinding sendiri membaca karya-karyanya. Kok bisa ya dia seperti itu ?? *mupeng

Semenjak menikah dunia tulis menulis ini sempat aku tinggalkan karena sibuk dengan urusan dan perkerjaan ibu rumah tangga. Namun mungkin karena panggilan alam itu memang ada (aih..aih dukun kalee panggilan alam hehe) hasrat untuk menulis itu muncul kembali. Dan beruntungnya lewat sebuah MLM aku mengenal dunia perblogan ini. Dengan adanya blog ini aku seakan mendapatkan satu media baru untukku mencurahkan semua hasrat yang sekian lama tersimpan dikolong tempat tidur. Ditambah lagi dengan bergabungnya aku di KEB alias Komunitas Emak Blogger (itu lho tempatnya para emak di jagat raya ini eksis dengan blognya) rasanya hasrat untuk menulis itu semakin jingkrak-jingkrak buat disalurkan.

Sebagai penulis pemula yang masih ijooooo banget, aku tuh kerap mengalami kegalauan yang luar biasa ketika mau memulai sebuah tulisan. Galau ? Kok bisa sih ? Beneran lho, ketika sudah berhadapan dengan monitor, dan posisi jari-jemari sudah standby diatas keyboard entah apa sebabnya semua ide yang awalnya segunung itu tiba-tiba raib tak bersisa. Dan kejadian ini selalu saja terulang kembali dan kembali setiap kali aku mau memulai sebuah tulisan. Nyesek banget kan dibuatnya ? :(

Dilain waktu, lain lagi kejadiannya. Aku udah prepare nih buat catatan kecil pas ada ide atau gagasan yang muncul sewaktu-sewaktu. Ini untuk antisipasi kejadian diatas tadi tuh, shhhaappp.. aku dengan PDnya mulai mengetikkan satu persatu hurup memindahkan isi di kertas memo tadi ke layar monitor. Jreeennggg.. judul pun selesai sudah. Karena khawatir akan kehilangan ide segar sehubungan dengan judul tersebut, lantas aku segera kebut ngetik pake 11 jari *hah ?!    setelah susah payah bergulat dengan beberapa paragraf tiba-tiba aja, sekonyong-konyong ga tau datangnya dari mana, ide yang semula udah fix itu berhasil di obrak-abrik oleh 'badai' ketidak PDan tadi. Alhasil tema yang semula sudah aku bentuk di judul, ntar bisa berubah haluan tuh, nah lho ? Ntar isi paragrafnya kemanaaaa ? judulnya dimanaaa ? *puyeng. Finally, klik tombol 'draft', dan draft ini adalah draft kesekian yang menjadi penghias di dashboard blog ku :D

Pernahlah suatu hari aku mendapat wangsit dari mbah Google :D Katanya untuk menjadi penulis yang baik itu harus dapat inspirasi dulu, yang bisa diperoleh dari banyak hal yang terjadi disekitar kita. Bisa dari lingkungan, dari tontonan bahkan dari curhat teman ;) Dan mulailah diriku mencari inspirasi di tetangga, ampuuunn bukannya dapat inspirasi yang ada malah ngerumpi. Oh my God, aku sesegera mungkin meng'hengkang'kan diri dari sana *cukup sudah dosa yang segerobak ini, ga perlulah ditambahin lagi hihi.. Aku coba menonton TV, kali-kali dapat inspirasi, segera ku ambil remote, baru dua kali tekan panah atas, eh ketemu pula sama K-Drama favorit. Alah-alah.. yang ada malah hanyut dalam cerita drama, dan hari itu akhirnya sukses aku lalui dengan menonton tiga drama berturut-turut  *gagal move-on.. hiks

Nah.. itulah dia aku dan kegalauanku dalam menemukan tema untuk menulis. Belajar dari semua peristiwa diatas, aku ga mau gagal lagi. Jadi aku pun melakukan reformasi diri didunia penulisan ini. Ketika memulai menulis aku tidak lagi mengutamakan judul, tema atau sejenisnya karena aku langsung menuangkan semua ide dikepala ke dalam bentuk paragraf, setelah selesai baru deh aku buat judul hehe.. *yang penting tulisannya jadi :D

Artikel ini diikut sertakan dalam 1st GiveAway blog Cokelat Gosong.





Jumat, 13 Februari 2015

Susahnya untuk Khusyuk

Teman-teman ada yang ngalamin seperti aku ga ? Aku tuh kok susaaaah banget buat khusyuk dalam sholat. Pasti ada-ada aja godaan yang datang lalu membawa pikiran ini melayang-layang kesana-kemari. Ingat soal kerjaan lah, ingat tentang anak lah, ingat tentang suami lah. Semua bacaan sholat yang meluncur dari mulutku hanya gerakan tanpa arti. Bener-bener susah untuk fokus n kyusuk .. huufft..

Bermacam cara aku coba lakukan untuk mencapai kekhusukan dalam sholat, seperti sholat di tempat yang suasananya tenang tetap aja ga bisa. Coba pahami arti bacaan sholat, jadi ketika mulut berucap hati memaknai, tetap juga ga bisa, yang ada aku malahan lupa sama jumlah raka'at yang udah aku kerjain. Trus aku coba berjamaah, eehh malah makin ga khusyuk, karena ketika imam membaca ayat-ayat yang aku ga hapal, kan aku jadinya nyimak doang, alhasil pikiran ku kembali joged dangdut .. astaghfirullah..

Setelah mencoba semua cara yang aku tahu dan gagal terus, aku nyaris nyerah. Nyerah yang aku maksud disini bukan berarti nyerah trus ga mo sholat lagi, bukan lagi-lagi bukan ! Yang aku maksud adalah aku nyerah mencoba untuk khusyuk dan nyaris terbawa setan pada kesimpulan "ah.. yang penting kan niat aku bener, aku niatnya sholat, dan aku udah kerjakan sholat, urusan khusyuk atau ga belakangan aja, Allah kan Maha Tahu niat hambanya"

Gak ! aku ga mau terbawa hasutan setan yang berusaha menyesatkanku lebih dalam. Terlebih lagi aku pernah dengar ceramah di radio yang mengatakan bahwa penyebab seseorang sukar untuk meraih kekhusyukan dalam sholat adalah karena banyaknya dosa dan kesalahan yang telah dilakukan sehingga semua dosa dan kesalahan ini akan menjadi hijab yang menutup dan menghalang perhubungan spiritual kita dengan Allah. Astaghfirullaah..

Menyadari akan banyaknya salah, khilaf dan dosa yang telah aku lakukan membuat aku sadar bahwa benar itulah penyebab susahnya aku untuk khusyuk. Agar hati yang hampir membeku oleh semua dosa itu bisa mencair, maka aku segera bertobat dan memohon ampun kepada Allah. Menyadari sesadar-sadarnya semua kesalahan yang aku lakukan, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Segera aku berwudhu, mensucikan hati dan raga. Kemudian ku dirikan sholat, dan membaca bacaannya dengan suara lirih, sehingga telinga bisa menangkap bisikan bacaanku dari hati terdalam. Memang benar rupanya, dari takbir hingga salam, alhamdulillah pikiranku tak lagi melayang kian kemari. Tentu saja aku belum bisa menyatakan bahwa aku telah khusyuk, namun dengan berkurangnya pikiran-pikiran lain hadir dalam sholat adalah salah satu langkah besar bagiku untuk meraih khusyuk. Semoga kekhusyukan bisa selalu hadir dalam setiap sholatku. Aamiin ya Allah..

Allah SWT berfirman:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), “Aku itu dekat”. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

(Al-Baqarah: 186)

StepByStep : Merancang Aplikasi Sederhana (Season 1)

Sebagaimana janji saya pada postingan sebelumnya  maka hari ini saya tepati janji tersebut dengan membagi kisah saya tentang Step by Step Merancang Aplikasi Sederhana.

Bagi yang terbiasa menggunakan Ms.Excell sebenarnya gak akan begitu kaget dengan Ms.Access karena pada dasarnya memiliki sistem kerja yang sama. Bedanya adalah pada MS.Access terdapat auto-system atau sistem otomatis penginputan dan perekaman data, jadi data-data yang telah dinput secara otomatis akan disimpan oleh database.

Untuk memudahkan kita dalam membangun sebuah aplikasi, ada baiknya kita kenalan dulu dengan struktur organisasi MS.Access tersebut yang saya analogikan seperti piramida berikut :


Piramida Access

Pada tingkat dasar atau paling bawah adalah Tabel. Dalam MS.Access Tabel merupakan hal yang paling dasar yang harus dibentuk sebagai cikal bakal membuatan fitur lainnya seperti Query, Form dan Report. Tabel yang tepat, akan menghasilkan Query yang tepat. Query yang tepat akan menghasilkan Form dan Report yang tepat juga.



OK.. ga usah panjang2 headingnya, coz aQ sendiri juga ga terlalu ngerti soal teorinya :p karena udah langsung praktik dari dulu.. hihi..

Untuk season 1 ini, saya akan mulai dengan mencontohkan cara pembuatan Tabel di Ms. Access, ini mudah kok :D

  • Pertama-tama kita harus memiliki pola dasar aplikasi yang akan kita buat. Misalnya, jika ingin membuat aplikasi "Murid-murid Les" pada sebuah lembaga kursus. Secara manual pastilah tempat kursus ini memiliki buku tempat pencatatan data-data muridnya. Naah dengan mengikuti pola yang sama dengan yang ada dibuku tersebut kita buat tabel data murid dengan field2 sebagai berikut :
    - NIMK : Nomor Induk Murid Kursus, set sebagai Premier Key dengan type Number (automatic number)
    - Nama : Nama Murid
    - Alamat : Alamat Murid
    - NOT : Nama Orang Tua atau Wali
    - Telp1 : Nomor Telp/HP Ortu/wali
    - Telp2 : Nomor HP murid (jika ada)
    - Agama : Agama murid
    - TTL : Tempat, Tanggal Lahir Murid
    - Sekolah : Nama sekolah murid
    Kemudian simpan dengan nama tb_Murid

  • tb_murid

  • Mengingat kursus ini berlangsung berdasarkan metode tertentu, ada yang mengikuti tahun ajaran sekolah, namun ada juga yang berdasarkan paket-paket yang ditawarkan lembaga kursus itu sendiri, maka untuk memudahkan me-maintain murid2 binaan ada baiknya dibuat tabel paket, dengan field2 sbb :
    - PC : PackCode (kode paket), set sbg Premier Key dengan type Text
    - PN : PackName (nama paket)
    - BD : BeginDate (tgl mulai paket)
    - ED : EndingDate (tgl akhir paket)
    - PR : PackRate (tarif paket)
    Kemudian simpan dengan nama tb_Paket

tb_paket

  • Jika dilakukan secara manual, kira2 isian buku register murid binaan adalah sbb :
    Tanggal        Nama                Sekolah             Paket                                Jumlah
    01-02-13     Anita                 SDN 10             ElementaryBase             Rp150.000
    01-02-13     Budiman           SDN 01             SpeakUp                          Rp700.000
    01-02-13     Wahyu              SDN 03             Complete                         Rp1500.000
    dll seterusnya

  • Nah, dengan MS.Access buku register tersebut bisa dituangkan dalam sebuah tabel dengan field2 sbb :
    - RegID : Nomor Register, set sbg premier key dg type Number
    - Tgl : Tanggal
    - NIMK : Nomor Induk murid kursus
    - PC : PackCode
    - Keterangan : untuk menuliskan keterangan2 tertentu sehubungan dengan registrasi
    Simpan dengan nama tb_register

Naah .. dari sini setelah semua tabel dasar dibuat, sekarang lanjut ke Relation Ship, yaitu suatu fitur yang berfungsi menghubungkan tabel-tabel yang dibuat tadi agar saling sinkron.

1. Hubungkan NIMK pada tb_murid, dengan NIMK pada tb_register, pilih type Join One-to-many
2. Hubungkan PC pada tb_Paket, dengan PC pada tb_Register

  • Selanjutnya, kita ingin membuat menu drop-down pada kolom PC, buka tb_register dengan cara design view, letakkan kursor pada field PC, kemudian muncul form untuk format dengan dua tab yaitu General dan Lookup, pilihlah Lookup.

  • Display Control : Pilih Combo Box

  • Row Source Type : Table/Query

  • Row Source : klik tombol "....", hingga muncul Query builder, klik kanan pilih "show table", setelah tabelnya muncul klik 2x pada tanda bintang, setelah itu close query builder dengan klik tanda silang dipojok kanan atas.

  • kembali ke tab Lookup, pada Row Source telah muncul isiannya dari Query builder tadi.

  • Bound Column : 1

  • Column Count : 2

  • Column Head : No (boleh yes, tapi buat saya tidak begitu penting makanya No)

  • Column Widht : 1;2

Ok.. sampai disini, selesai sudah tahap pembuatan Tabel. Selanjutnya kita lanjut ke Query ya .. :D

Kamis, 12 Februari 2015

Database Mini tapi Maxi

Bagi anda-anda yang pekerja kantoran tentulah tidak asing lagi dengan yang namanya database, karena biasanya setiap perusahaan memiliki database sebagai wadah penyimpanan dan pengolahan data mereka. Namun bukan tidak mungkin masih ada beberapa perusahaan yang mungkin masih berskala kecil yang belum memiliki database untuk data-data mereka. Jadi para admin yang berkerja harus mampu menyelesaikan semua deadline secara manual di Ms. Excell.

Sebenarnya Ms. Excell memang telah cukup mumpuni untuk dijadikan sarana pengolahan data, hanya saja masih banyak kelemahan-kelemahan di MS. Excell ini yang membuatnya tidak cukup praktis untuk digunakan. Misalnya dalam penginputan data penjualan, yang beberapa kolomnya sudah tentu berisikan rumus-rumus perkalian, persentase dan lain-lain. Jika si Admin tidak jeli dan teliti dalam berkerja bisa saja ketika penginputan data rumus tidak berjalan sebagai mana mestinya. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor di antaranya lupa mengCopy rumus pada baris sebelumnya, atau lupa ngeLock rumus sehingga ketika salah pencet keyboard rumus berubah, dan lain-lain. Belum lagi jika inputan data kita memiliki beberapa indikator yang harus dijadikan acuan dalam membuat laporan. Kita harus membuat rumus tambahan, atau gunakan Pivot Table. Ditambah lagi kita harus rajin-rajin Save data untuk menghindari kehilangan data inputan jika sewaktu-waktu terjadi pemadaman listrik. Jadi secara umumnya, penggunaan Ms. Excell masih belum cukup praktis untuk dijadikan sarana penyimpanan dan pengolahan data.

Berdasarkan fakta yang saya kemukakan diatas kita tidak perlu berkecil, karena selain Ms. Excell, Ms.Office masih memiliki satu program lagi yaitu Ms. Access. Berdasarkan pengalaman saya yang telah membuat dan menggunakan aplikasi berbasis Ms.Acces jujur saja saya mengatakan bahwa Ms.Access jauh lebih nyaman untuk digunakan. Karena dengan satu kali kerja, kita bisa menikmati beragam bentuk tampilan report sesuai kebutuhan. Saya juga tidak perlu khawatir inputan saya tidak tersimpan ketika ada pemadaman listrik, karena Ms. Access telah dilengkapi fitur Auto Save demi kenyamanan usernya. Kelebihan Ms. Access lainnya adalah kita bisa merangcang tampilan laporan kita seindah mungkin, karena Ms.Access memiliki beberapa template bawaan yang bagus-bagus banget. Saya telah menggunakan Ms. Access ini untuk berbagai macam kebutuhan diantaranya untuk Kasir, Layanan Service Barang, Gudang Sparepart dan juga toko stationary. Bahkan di kantor tempat saya berkerja sekarang saya gunakan untuk keperluan Admin AR guna mengontrol piutang pelanggan.

Beda banget dengan aplikasi yang berbasis selain MS. Access yang membutuhkan server khusus dan juga berbayar, MS. Access ini justru sebaliknya tidak membutuhkan server khusus, cukup PC anda sendiri sebagai servernya, dan gratis juga pastinya. Rasanya cukup tepatlah judul postingan ini saya buat, karena MS. Access memang database mini, tapi hasilnya maxi. Jadi buat teman-teman yang mengalami kendala di Ms. Excell, buruan deh beralih ke Ms. Access. Ntar teman-teman bisa rasakan sendiri bedanya.

Ga percaya ??

Saya sudah membuktikan :D, berikut contohnya :

1. Contoh tampilan Form Login

Login Form2. Contoh tampilan MAIN FORM



Main Form3. Contoh tampilan REPORT

Tampilan Report

Selasa, 10 Februari 2015

Kado Terindah untuk Suami

Bicara soal impian, siapa sih orang didunia ini yang tidak memiliki impian ? Dari balita hingga dewasa, masing-masing pastilah memiliki impian dalam hidup mereka. Impian mereka pun beragam, dari yang sederhana hingga yang luar biasa. Namun yang pasti apapun impian mereka, satu kesamaannya, yakni kesamaan harapan akan terwujudnya impian tersebut.

Demikian pulalah halnya dengan saya. Diusia saya yang tak lagi muda ini (aih..aih..belagak tua..hihi) saya memiliki impian yang sedikit unik. Mengapa saya bilang unik ? Karena impian saya adalah "memberikan kado terindah untuk suami" saya. Hmm.. kalo cuma kado buat suami, mengapa harus disebut impian sih ? Biasanya impian itu kan hal-hal yang kita inginkan terwujud dalam kehidupan kita, bukan kehidupan orang lain, meskipun orang itu adalah pasangan kita sendiri.

Sebagai seorang istri, ibu dan juga karyawan di sebuah perusahaan swasta saya menyadari dengan sangat bahwa belum bisa dikatakan sukses menjalankan ketiga peran tersebut. Masih ada perasaan bersalah yang mengganjal dihati saya ketika saya harus mengabaikan beberapa kewajiban sebagai istri atau ibu dikarenakan saya harus menyelesaikan tanggung jawab perkerjaaan. Dan juga sebaliknya, masih ada perasaan bahwa saya kurang bertanggung jawab sebagai karyawan karena belum maksimal dalam menjalankan jobdesk yang diembankan kepada saya. Tapi saya tidak bisa berbuat banyak, karena seperti halnya pepatah lama bilang "tak ada gading yang tak retak", begitu pula saya. Sebagai manusia biasa yang memiliki banyak kekurangan saya tidak akan pernah bisa memuaskan banyak pihak dalam hidup saya, hiks.

Meskipun suami dan anak saya tidak pernah mengeluh akan kekurangan saya dalam memenuhi kewajiban kepada mereka namun rasa bersalah itu tetap menyisakan lobang dihati saya. Oleh karena itulah untuk
menebus mengurangi sedikit rasa bersalah dihati ini saya memiliki impian untuk membawa kebahagiaan lebih kepada suami saya dengan 'memberinya sebuah kado terindah'

Sebelum saya bercerita lebih dalam tentang impian saya ini, ada baiknya saya ceritakan tentang figur suami yang sangat saya cintai ini. Dia adalah seorang pria (ya iya lah pria, masa wanita hihi) yang luar biasa dimata saya. Saya mengenalnya semasa kuliah dulu, kami teman satu jurusan. Cuma meskipun jurusan kami sama, jangan kira kami sering hangout bersama seperti teman-teman kuliah pada umumnya. Kondisi kami berbeda banget karena masing-masing kami jarang berada dikampus (alias sama-sama sering bolos :D ). Saya sibuk dengan kerja part time, sementara dia sibuk dengan kegiatan olahraga sepakbola. Aktifitasnya dibidang ini memang patut diacungi jempol karena terbukti dengan beberapa piala dan piagam penghargaan dengan predikat "pemain terbaik" pernah disandangnya. Hal ini bagi sebagian orang mungkin adalah hal yang biasa, toh banyak diluar sana atlit daerah yang memiliki prestasi yang sama bahkan jauh lebih baik. Tapi ada satu hal yang membuat dia istimewa dimata saya, yakni kenyataan bahwa dia adalah salah seorang penyandang disabilitas. Meskipun secara fisik dia tidak sempurna, namun sedikitpun saya tidak pernah ragu akan kemampuan yang dia miliki, karena memang selama enam tahun berbagi hidup bersamanya tak pernah sekalipun dia mengeluh menyatakan ketidak mampuannya dalam menafkahi kami. Dan saya yakin dengan izin Allah, saya tetap bisa bersandar padanya hingga hingga akhir hayat nanti. Dia juga memiliki hobby yang sangat dia sukai yaitu "memancing". Untuk hobby yang satu ini boleh dikatakan dia cukup expert lho (hehe.. boleh donk muji suami sendiri). Gimana ga expert coba, ketika banyak orang bilang "ga da guna mancing disana, ga da ikannya", eh dianya malah bisa membawa ikan lele seberat 2kg. Ketika orang bilang "jangan pergi mancing kesana, ga bisa lewat, jalannya becek banget, motor ga bisa lewat", eh tau-taunya dia pulang membawa ikan gurami dengan berat total hingga 7kg. Amazing bukan ? Belum lagi perkara umpan, dikalangan pemancing di daerah kami, umpan buatan suami saya terkenal manjur lho (obat kaleee.. manjur). Ya tapi memang begitulah adanya.

Nah berbekal semua hal tentang suami saya itulah saya memiliki impian untuk memberi dia sebuah kado terindah yaitu "Online Fishing Store". Toko online ini akan saya jadikan sebagai wadah untuk menyalurkan hobby suami saya menjadi sebuah bisnis yang menjanjikan dimasa depan. Di toko online ini nantinya tidak melulu hanya menjual produk yang sehubungan dengan dunia pemancingan, namun juga akan ada tips-tips membuat umpan yang jitu, tips-tips berternak umpan hidup seperti cacing, kodok, jangkrik, ulat bambu, dan lain-lain. Selain itu juga ada tips perawatan reel yang baik, agar reel yang dibeli bisa awet dan tahan lama (ini murni dari pengalaman suami yang mampu merawat reelnya hingga berusia 7 tahun, padahal hampir tiap minggu selalu dipakai untuk memancing). Fishing Store Online tentu saja harus disupport oleh toko aslinya (ntar dikira penipuan lagi). Sebagai penyemangat pengunjung untuk mampir di Fishing Store kami ini nantinya akan diadakan event-event berupa lomba memancing yang bertajuk pesta rakyat gitu. Wuiihhh membayangkannya saja, saya sudah bisa melihat senyum lebar diwajah suami saya.

Saya ingin sekali agar impian ini terwujud dalam waktu dekat, oleh karenanya dari sekarang saya sudah mulai merancang draft untuk website Fishing Store nanti (sebelum dipublish boleh donk rancang webnya dulu). Dan saya juga mulai hunting supplier untuk pemasok kelak. Saya juga sudah hunting lokasi strategis, alhmdulillah sudah dapat beberapa tempat. Jika modal sudah ditangan saya tinggal nego tuh sama pemiliknya. Tapi mengingat modal yang dibutuhkan cukup besar untuk membangun toko fisiknya, maka saya harus ekstra bersabar dan berkerja lebih keras lagi agar impian ini segera terwujud tidak lama lagi.

So.. wujudkan impianmu ? Siapa takut !

"Dare to dream and make a change"
Postingan ini diikutsertakan dalam #evrinaspGiveaway: Wujudkan Impian Mu”

Sabtu, 07 Februari 2015

#My First Love: Insiden penggaris besi, merubah benci jadi cinta

Ssst .. percaya ga kalo aku bilang aku tuh jatuh cinta pertama kali waktu umur 10 tahun ?

Hehe .. ganjen ya ? Tapi ada ceritanya tuh, simak ya :)

Begini ceritanya, waktu SD kelas 3 ada murid baru di sekolahku. Namanya perlu disebut ga sih ? Karena menyangkut privasi orang lain rasanya ga etis ya, jadi aku pake inisialnya ajjah. Inisialnya W.

Sebenarnya saat itu mana ngerti cinta-cintaan, tapi teman-teman sekelas pada heboh tuh nyorakin, mereka ga bosan-bosannya neriakin "Mery pacar W.. Mery pacar W" Trus responnya beliau itu gimana ? Ya namanya juga anak-anak bisanya apa sih selain malu-malu. Heheh.. kalo ingat itu jadi senyum-senyum sendiri. Sesuai namanya cinta monyet, monyet tu kan gampang pindah sana-pindah sini, nah si W tadi pindah sekolah lagi tuh pas kelas 4, jadinya sorakan teman-teman ya hilang juga dengan sendirinya. Sampe lulus SD ga da lagi sorakan-sorakan sejenis itu.

Tapiiiii .. nah ada tapinya nihh .. Kan udah lulus SD tuh, lanjut ke SMP. Eh nyata ternyata, si W tadi balik lagi ke kota kami. Dia daftar juga di SMP yang sama denganku. Tanpa ba-bi-bu lagi, bagaikan dikomando, teman-teman yang pada heboh waktu kelas 3 itu pada ngulah lagi. Mereka semakin menjadi-jadi ngolok-ngolokin kita berdua. Trus gimana donk reaksi beliau ? Weehhh .. reaksinya beda bro .. mukanya masam kaya' jeruk purut. Nah aku tersinggung donk ya liat muka masamnya itu, batin aku berkata gini 'siapa bener sih lu, kok pasang muka masam gitu diolok-olokinin ma gw, jangan GR lu ya gw jg emoh dijodohin sama lu" Grrrr .. dendam membara aku saat itu, dan aku juga terang-terangan nunjukin sikap ga bersahabat sama dia.

Alhasil aroma permusuhan pun tak terelakkan lagi, ga jarang kami saling sindir dan saling ejek. Saking gondoknya sama dia, sampai-sampai aku punya julukan rahasia kalo ngegosipin dia. Julukannya 'fotosintesis'. Istilah biologi ini muncul gara-gara dia juga.

Kejadiannya gini, waktu itu pulang sekolah aku n the gank lewat depan rumahnya, trus kami ngeliat dia tu lagi jalan menuju perigi (kalo dikampung-kampung, periginya kan diluar dekat kolam), entah karena malu ato karena lagi nahan hasrat BAB, muka dia memerah waktu kami liatin. Tiba-tiba ja dia ga jadi masuk ke perigi itu, justru balik arah ke belakang rumahnya. Kontan aja kejadian itu buat kami tertawa terbahak-bahak. Trus tiba-tiba Mimi salah satu teman gank ku nyeletuk, si W mo 'fotosintesis' tuh tapi ga jadi karena malu kita liatin. Sejak itulah kami julukin dia 'fotosintesis'.

Kejadian itu semua terjadi waktu aku kelas satu SMP. Waktu kelas 2, apesnya lagi-lagi aku sekelas dengan si 'fotosintesis' :p .. trus waktu pengaturan meja, apesnya lagi meja ku bersebelahan dengan dia. Ihhh rasanya sebbeeell banget. Tapi mo pindah ga boleh karena udah peraturan kelas kaya gitu. Walau dengan rasa super ga nyaman, tetap aja harus dijalani.

Suatu hari, ketika itu jam pelajaran akonomi/akuntansi aku berselisih paham dengannya gara-gara sebuah penggaris besi. Aku tuh orangnya sama sekali ga pelit, tapi kalo make sesuatu yang aku punya kalo siap pake harus diletakkan ditempat semula, jadi pas aku nya butuh ga nyari-nyari dulu. Dan dia melanggar aturanku itu dan kami pun bertengkar. Sebenarnya jika dia minta maaf trus mengembalikan penggaris besi itu mungkin aku ga akan semarah itu. Tapi yang membuat aku naik darah itu adalah sikap dia yang tidak menghargai milik orang lain.

Habis jam pelajaran ekonomi tadi lanjut ke pelajaran Fisika dengan Bu Darlina, karena ada beberapa pratikum, kami semua diboyong oleh Bu Darlina ke ruang laboratorium, dan tas ditinggal aja di kelas yang dikunci. Setelah jam pelajaran Fisika usai kami kembali ke kelas. Di sinilah terjadi hal yang tak terduga. Ketika membuka tas untuk menaruh alat-alat tulis, aku menemukan sepucuk surat dalam tas ku. Perasaan bingung bercampur aduk dengan penasaran ketika aku membuka surat itu. Isinya simpel, namun sangat mengena ke jantungku. Yang membuatku lebih kaget lagi adalah ketika melihat nama pengirimnya, W.
What ??? Bagaimana mungkin ?? Jelas-jelas baru hitungan jam aku bertengkar dengannya. Apa iya dia yang mengirim surat itu ? Kaya'nya ga mungkin banget deh. Dengan perasaan tak menentu ku abaikan surat itu, dan berlagak pura-pura tidak tahu.

Dua hari berselang setelah kejadian surat itu, diam-diam aku amati sikap W dari kejauhan. Tidak ada yang berubah, dia masih aja sinis padaku. Dan akupun menyimpulkan ini pasti kerjaan salah satu teman ku yang iseng.

Keesokan harinya, aku datang lebih awal karena harus piket kelas. Aku harus ektra kerja keras hari itu karena teman piketku lagi sakit. Jam 6.30 aku sampai di sekolah, setelah meminta kunci kelas pada penjaga sekolah, aku mulai membersihkan kelas. Jantungku berdegup keras ketika sekonyong-konyong dia berdiri dihadapanku. Aku heran, mengapa dia datang lebih awal kan sekarang bukan hari piketnya ? Tapi segera ku jauhkan segala pikiran-pikiran itu, seolah tak peduli, aku berlalu dengan sampah-sampah ditanganku. Setelah mencuci tangan, aku kembali ke kelas. Tiba-tiba W menghadang jalanku menuju tempat duduk, aku bingung apa sih maunya nih anak ? batinku.

"Udah terima Mer ?" tiba-tiba tanyanya memecah kesunyian.
"Terima apa ?" tanyaku lagi. Dia diam tak menjawab, tapi matanya lurus menatapku. Jantungku berdegup keras,
"Apaan ya ?" tanya ku lagi.
"Udahlah jangan pura-pura ga tau gitu, aku lihat kok kamu membacanya," jawabnya pelan. Deg .. tentang surat itu kah ? batin ku lagi.
"Ooohh surat itu ya ? Jadi surat itu beneran dari kamu ?"
Dia diam tak menjawab, cuma tatapannya semakin membuatku salah tingkah.
"Aku pikir itu orang iseng, jadi ga aku pikirin," kataku berkilah.
Nampak sorot kekecewaan dimatanya, dan ternyata itu membuatku sedih.
Cukup lama aku berdiri terpaku di depannya.
"Aku mau jawaban kamu tentang perasaanku," ujarnya kemudian.
"A.. aku .. duh .. kok tiba-tiba gini ya ? Aku ...," aku berusaha memutar otak mencari alasan.
"Ok .. aku gak akan desak kamu sekarang, tapi aku juga gak mau kelamaan," katanya kemudian berlalu.
"Dan satu lagi .. ga usah tanya pendapat sana-sini, cukup tanya hatimu aja," imbuhnya lagi.
Aku terhenyak, lemas tak bertenaga. Bahkan sampai kelas penuh pun aku seakan masih berada diruang kosong. Jujur saja, satu huruf pun tak lengket di kepalaku hari itu.

Malamnya aku bener-bener uring-uringan. Makan malam pun tak habis ku santap, aku duduk didepan TV tapi tak satu pun acara itu yang menarik bagiku. Hal ini ternyata menarik perhatian Kak Yet teman kakakku yang lagi nginap di rumah.

"Yuli .. adek kita yang satu ini lagi jatuh cintrong kaya'nya nee," sorak Kak Yet meledek ku.
"Iiihh.. kak Yet ni apaan sih ??!!" ujarku merajuk sembari masuk ke kamar.
Kak Yet yang emang dasar hobbynya rumpi menyusulku ke kamar.
"Siapa dia Mer ?" tanyanya penasaran.
"Apanya yang 'siapa' ?" aku berusaha mengelak dan pura-pura fokus membaca buku Biologi.
"Udahlah .. kaya' kakak ga pernah ngalamin aja, ayo cerita sama kakak, kamu lagi dilema kan ??"
Aku tidak menjawab, cuma batin ku mengiyakan pertanyaannya.
 "Waktu seumuran kamu, kakak pernah naksir cowok, tapi cowok yg kakak taksir adalah cowok yang gak disukai sama sahabat-sahabat kakak."
Waah kasusnya sama nih, batinku lagi. Tapi aku pura-pura saja tidak mendengarkan.
"Pas cowok itu nembak kakak, kakak bingung sekali. Disatu sisi kakak suka sama dia, tapi disisi lain kakak juga ga' mau dijauhin teman-teman kakak."
Aku masih bertahan dengan sikapku dinginku, walaupun sebenarnya aku penasaran dengan endingnya. "Akhirnya kakak mutusin, untuk mendengarkan kata hati kakak, karena rasanya nyiksa banget."
Aku termenung mendengar kisah Kak Yet, lamat-lamat hatiku menyuruhku untuk mengikuti jejaknya.
"Trus gimana dengan teman-teman kakak ?" tanyaku penasaran.
"Cieeee .. yang tadinya ga peduli, ternyata mendengarkan toh .. ha..ha" balas Kak Yet meledekku.
Aku sontak tersurut, dan kembali melarikan muka merah ku ke buku Biologi dihadapanku.
"Udaaahh .. ga usah malu gitu. Sini .. kakak pengen denger cerita komplit kamu," dengan lembut Kak Yet membujukku. Dan akupun terbujuk, tanpa pikir panjang lagi kuceritakan kronologi hubunganku dengan W selama ini.

Sejak pembicaraan dengan Kak Yet itu, sumpah aku uring-uringan banget. Di satu sisi aku pengen jujur sama hati ku sendiri yang sebenarnya emang ada hati sama si W, tapi kalo ingat sikap jutek dia selama ini, plus teman-teman gank ku yang juga kurang suka sama dia alhasil hasrat itu ku pendam dalam-dalam.

Tapi yang namanya rasa itu emang susaaaah untuk disembunyiin. Kadang-kadang tanpa sadaar aku suka lirik sana-sini kalo liat dia lewat. Atau tanpa sadar aku senyum-senyum sendiri kalo dia juga lirikin aku. Akhirnya gelagat ku itu terbaca juga oleh sohib ku Lina. Siang itu ketika lagi di toilet (biasa lah, sehabis jam olah raga gank ku suka ngerumpi di toilet :p) Lina menarik tanganku sedikit menjauh dari teman-teman yang lain. Aku yang kaget, ya ngikut aja ketika dia menarikku.
"Jujur sama aku, kamu ada apa sama si W ?" tembak Lina langsung.
"Ada apanya ? gak lah !! ga da apa-apa"
"Udahlah .. ga usah bohong deh Mer, kamu naksir dia kan ?"
 "Ngga Lin.. beneran ga kok," dengan kukuh aku berusaha mengelak.
"Kenapa sih Mer hal ginian aja kamu harus sembunyiin dari kami ? Jangan buat kami jadi teman yang jahat lah.. kalo emang dia suka kamu dan kamu suka dia lantas kenapa ? Ga melanggar hukum kok .. jujur ajalah.. ngapain kamu siksa diri sendiri, " papar Lina.
"Bener Mer .. kami gak keberatan kok," tiba-tiba teman-teman ku yang lain ikut bersuara.
"Kalian ??" tanggapku terbata.
"Kenapa ? Kaget kami tahu ? Ya Tuhan Mery, kita udah berteman berapa lama sih, kami tuh udah hapal gimana muka kamu bereaksi terhadap sesuatu. Gimana kamu sedih, marah, bete, kami tau lho. Apalagi kalo yang ini, muka mu itu bedaaaa banget Mer."
Mendengar kata-kata mereka akhirnya aku luluh. Dengan berkaca-kaca aku ceritakan semua kronologi sejak aku menerima surat dari W. Dan aku bersyukur memiliki teman-teman seperti sohib ku ini, mereka luar biasa pengertiannya (I Miss u guys, where ever you are).

Sepulang sekolah, tanpa menunda lagi segera kubalas surat dari W. seperti surat darinya yang singkat, aku pun membalas dengan singkat, hanya 9 kata : "To W, aku juga suka sama kamu, From Merry."
Keesokan harinya ketika jam istirahat aku selipin surat itu ke dalam tasnya.

Hari berlalu setelah peristiwa surat menyurat itu, ga ada yang berubah. Dia diam seperti biasa, cuman ga jutek lagi :) aku pun sama, ga banyak bicara, tapi juga ga galak-galak lagi :) Cuma ada yang berubah dari pernak-pernik bukunya. ada guratan angka di semua sampulnya. 050395. Oh my God.. itu tanggal aku membalas suratnya.

Sejak saat itu, tanpa di proklamirkan, seantero sekolah tahu hubungan kami. tapi ya itu pemirsah, cinta-cintaan zaman dulu mah beda sama anak-anak zaman sekarang. Pacarannya ya sebatas itu aja tuh, untuk ungkapan perasaan hanya via surat. Ga lebih.

Hubungan ku sama W ini berjalan mulus, kami ga pernah berantem. yang ada kami bersaing dan saling support dalam belajar. Bahkan dia juga sering bergabung dengan kelompok belajar yang aku dan teman-teman sudah bentuk. Bersyukurnya aku karena teman-temanku yang lain tidak keberatan akan hubungan kami.

Tahun 1996 adalah ujian terberat hubungan kami saat itu. Aku terpilih mengikuti Jambore Nasional yang diadakan di Cibubur Jakarta. Selama 3 bulan pemusatan latihan di ibukota kabupaten, plus 15 hari di Jakarta membuat hubungan kami tak lagi sama. sebenarnya dia ga berubah. Tapi aku lah berubah. aku jahat ya gaisss :(

Tapi itulah adanya. Sepulang dari Jambore itu perasaan ku yang dulu sangat memujanya itu raib entah kemana. Dan dengan entengnya aku mengirim surat putus kepadanya. Dan tanpa menunggu lama aku menerima balasan darinya. Seperti halnya, ketika dia menyatakan suka kepadaku, suratnya singkat dan tak bertele-tele, kali ini pun sama. Dia membalas dengan singkat, namun sampai saat ini menyisakan rasa bersalah yang dalam dihatiku.

Btw .. to W, you are will always be the first in my life, but so sorry I had choice someone else to be the last in my heart, From Merry

Atikel ini diikut sertakan dalam "My First Love Give Away" Aprint Story.





Jumat, 06 Februari 2015

Antara Aku, Blog dan Rutinitas

Jujur saja saya mengenal dunia blog ini ketika bergabung di Oriflame sekitar tahun 2011. Meskipun sekarang saya tidak aktif lagi disana, namun saya tidak bisa pungkiri bahwa ilmu-ilmu blogging banyak saya dapat disana tepatnya dari dbc-networknya. Ketika pertama kali buat blog, saya berstatus ibu rumah tangga biasa yang lagi suntuk karena tidak ada aktifitas lain selain jaga anak, nonton TV, memasak, mencuci dan melayani suami. Bagi saya (yang sebelum menikah adalah perkerja kantoran) aktifitas rumah tangga yang pure mengurus rumah tangga itu sangat menyiksa banget. Nah di saat inilah saya mengenal blog.

Blog karya pertama saya bertemakan dapur berikut atributnya, sehingga saya beri label www.masakanQ.wordpress.com. Semua postingan murni adalah hasil obrak-abrik didapur saya sendiri (setelah googling resep tentunya :p ). Sempat aktif update postingan selama beberapa bulan, namun ketertarikan saya mulai bergeser ke dunia bisnis.

Saya mulai tergiur dengan bisnis toko online. Tapi karena tidak memiliki barang yang mau dijual, akhirnya saya memilih menjadi affiliasi dan dropship saja. Kemudian saya mulai searching toko-toko online yang menawarkan afiliasi dan dropship dan mengajukan diri sebagai partner mereka. Taraaa ! jadilah blog saya yang kedua yang saya beri nama http://airachoice.wordpress.com/. Tapi lagi-lagi saya mengkambing hitamkan waktu :( padahal pada dasarnya memang diri yang tak mampu. Kedua blog ini tidak pernah lagi saya update. Dengan kata lain saya tinggalkan mereka.

Dan saya mulai mencoba dunia baru, yaitu dunia web. Sebenarnya sama aja kan dengan blog, bedanya hanyalah web itu versi 'berbayar'nya. Saya mulai deh sibuk mencari referensi hosting dan domain yang murmer. Buat coba-coba saya ga maulah yang mahal, ntar kalo ga jadi ruginya banyak :p (dasar pediiiit)

Untuk domain saya beli di www.rumahhosting.com, saat itu yang terjangkau sama kantong saya adalah domain .co.in

Khusus untuk hosting saya cukup lama menemukannya karena berbagai macam pilihan, ada yang harga murah cuma quotanya dikit, ada yang quotanya besar tapi harganya ga nahan, akhirnya pilihan saya jatuh ke hosting punyanya 'sang master' di di dbcN yaitu www.satutiga.com. Dan meluncurlah web pertama saya yang bertajuk www.masakanQu.co.in.

Kurang lebih sama dengan blog saya sebelumnya, tapi disini saya sisipin dengan aneka info lainnya. Keberadaan web ini hanya berlangsung selama masa 'kontrak' dengan hosting nya aja alias ga aktif lagi karena 'iuran'nya ga saya bayar. Karena sejujurnya saat itu saya lebih ke mencari dan praktik langsung ilmu web dari dBCN.

Dan sekarang inilah blog saya yang teranyar .. cie cie lagak saya udah kaya yang master aja yak :p

Yup.. finally saya bertahan dengan blog ini. Saat memulai blog ini saya berstatus sebagai ibu rumah tangga plus-plus (aih..aih.. pijat plus-plus kaleee .. hihi).

Saya ibu rumah tangga yang juga karyawati kantoran. Masih dengan satu putri (mudah-mudahan segera nambah). Blog ini adalah blog personal yang bertemakan tentang "berbagi kisah". Disini saya berbagi kisah hidup saya, ada yang sedih, ada juga yang bahagia. Saya tidak muluk-muluk dengan blog ini, seperti halnya prinsip saya dalam menjalani hidup "ga neko-neko". Harapan saya tentu ada, semoga kehadiran blog saya ini bisa memberi warna dalam dunia perblogan, syukur-syukur bisa menginspirasi.

Saya tidak berambisi untuk mem'bisnis'kan blog saya ini, karena saya ga ngerti n ga paham sama seo-seo an. Namun jika suatu saat google adsense melirik blog saya tentulah saya tidak menolak.. hihi... (ga ada tuh doa tolak rejeki ^.^ ) Bagi saya blog ini adalah 'diri' saya di dunia maya yang berusaha untuk jujur dan tulus dalam berbagi kisah. Ada beberapa cerpen yang saya buat, sssttt .. itu terinspirasi dari kisah nyata loh :)

So.. kepada semua pembaca yang sudah mampir saya ucapin terimakasih yang buanyakk banget, moga ga bosen, trus mo mampir lagi :D

Buat yang belum mampir, please wellcome, dengan sangat senang hati saya menunggu comment-comment anda diblog saya. Karena semua comment anda akan menjadi masukan yang paling berharga untuk kebaikan saya.

Happy blogging yach !

Jejaring Sosial : Usefull or Useless ?

Hidup di era digital sekarang ini sebenarnya sungguh sangat mengasyikkan. Karena dengan majunya teknologi membuat batasan ruang dan waktu itu menjadi menipis. Sehingga tidak ada lagi alasan untuk manusia zaman sekarang untuk 'ketinggalan' berita. Karena semua hal bisa diakses lewat satu genggaman tangan.

Kemajuan teknologi melahirkan banyak situs jejaring sosial. Sebut saja diantaranya ada Facebook, Twitter, Instagram, Whatsapp, Line, Wechat,Google Plus, dan banyak lagi lainnya yang saya tidak hapal satu persatu. Kehadiran jejaring sosial ini sangat bermanfaat sekali, karena mereka bisa menghubungkan banyak orang dari berbagai belahan dunia.

Banyak cerita-cerita mengharukan yang saya dengar dari teman, sodara dan rekan kerja betapa jejaring sosial sangat berjasa karena telah mempertemukan mereka dengan teman atau saudara yang telah lama tidak bertemu. Padahal mereka telah bertanya kesana-kemari mencari informasi keberadaan orang-orang yang mereka sayangi itu, namun tidak mendapatkan hasil. Ada yang putus asa dan larut dalam kesedihan. Tapi semua itu bisa terhapuskan sejak adanya jejaring sosial. Karena di jejaring sosial ini mereka bisa share kepada semua orang yang terhubung dengan akun mereka. Dan jejaring sosial inilah yang akhirnya menemukan orang-orang yang mereka cari.

Namun begitu tidak semua berita menyenangkan saya dengar dari mereka, beberapa bahkan mungkin juga banyak diantaranya yang berupa kabar sedih dengan jatuhnya korban karena tindak kriminal yang diawali dari pertemanan di jejaring sosial. Masih lekat diingatan kita bagaimana hebohnya negara ini ketika kasus-kasus penculikan, pemerkosaan dan pembunuhan yang terjadi antara pelaku dan korban yang menjalin pertemanan di jejaring sosial. Na'uzibillahi mindzalik.. semoga saya dan sahabat dan orang-orang terkasih kita terhindar dari hal buruk ini. Aamiin.

Selain hal-hal yang saya sebutkan diatas, ada lagi yang memanfaatkan jejaring sosial sebagai sarana untuk mendapatkan polling atau suara atas event yang diikutinya. Misalnya ajang-ajang pencarian bakat,  pemilu dan lain sebagainya. Hal ini sangat positif menurut saya, karena lewat jejaring sosial ini masyarakat bisa lebih dekat dengan tokoh atau idola mereka. Sehingga mereka bisa menentukan sikap atas pilihan mereka sendiri.

Namun disisi lain ada lagi pihak yang memanfaatkan jejaring sosial ini sebagai sarana untuk menyalurkan uneg-unegnya.  Jika yang disampaikan sebatas uneg-uneg pribadi alias curhat tanpa melibatkan pihak-pihak lain, menurut saya sih sah-sah saja. Yang tidak etis adalah ketika jejaring sosial dijadikan sarana untuk mem-bully orang lain. Bahkan dengan mudahnya menggunakan zoo language dengan dialeg Ragunan, Bonbin Tinjomoyo, Taman Safari dan lain-lain. Jika sudah demikian bukankah bisa mengganggu privasi dan ketenangan orang lain ? Bukan hanya ketenangan orang yang menjadi sasaran bully tadi, tetapi juga bagi mereka yang turut membaca postingan tersebut. Kita harus sadar sesadar-sadarnya, satu huruf yang kita ketikkan di jejaring sosial bisa disaksikan oleh jutaan mata diseluruh dunia. Haruskah kita memamerkan zoo language kita kepada seantero dunia ? Cukuplah masalah dunia nyata di konsumsi oleh orang-orang bersangkutan di dunia nyata. Tidak perlu melibatkan banyak pihak didunia maya yang tidak tahu apa-apa tapi menjadi terusik oleh apa yang kita perbuat.
So.. social network, is it usefull or useless ?

Menurut saya it's very usefull, but manusia yang menyalahgunakannyalah yang Useless.

**************

#Damai itu indah

#Stop-bullying

Kamis, 05 Februari 2015

Dunia Tak Selebar Daun Salam

"Dunia tak selebar daun salam"

Kok pepatahnya aneh ya ? Bukankah seharusnya "Dunia tak selebar daun kelor" ?

Hihi.. iya sih, pepatah yang benar itu tuh, "dunia tak selebar daun kelor"tapi aku ga tau tuh bentuk daun kelor itu seperti apa, jadi karena sehari-hari aku akrab dengan daun salam, ya udah aku plesetin ke daun salam. Mudah-mudahan yang empunya pepatah ga tersinggung yak #please jangan somasi daku :D

Mengapa sih aku tiba-tiba membahas tentang pepatah tersebut ? Itukan pepatah yang udah jadul banget ya ? Nah.. ini nih yang kudu kita buang dari pikiran kita. Terkadang sebagian kita suka menutup diri sama hal-hal yang berbau jadul. Tapi jika kita mau membuka mata dan pikiran kita lebih lebar banyak hal yang bisa kita petik dari hal-hal yang jadul tersebut.

Yup .. postingan kali ini adalah hasil dari blog walking aku di KEB pada hari Kamis 05-02-15 dari pukul 10:00 WIB sampe dengan 15:00WIB. Waahhh.. berkunjung ke sekian banyak blog yang memiliki tema beragam serasa aku keliling dunia. Begitu banyak cerita, pengalaman dan ilmu yang kudapat dari mereka. Bahkan ada yang menyajikan artikel seputar traveling, dimana hasil jepretan foto-fotonya mampu membawa kita seakan-akan berada disana. Sehingga malam nanti aku bisa bermimpi menyinggahi tempat-tempat eksotis yang mereka sajikan.

Lewat kaca monitor yang disajikan dari beragam blog yang aku singgahi, semakin menyadarkanku betapa pertemanan itu bisa dibangun dalam berbagai bentuk. Bahwa wisata itu bisa diwujudkan lewat imajinasi. Bahwa film itu bisa dibuat lewat aneka fiksi. Bahwa berbagi itu tidak harus berupa materi. Dan banyak lagi manfaat lainnya yang bisa kurasakan.

Semua karya yang mereka sajikan dengan tulus, telah mampu menyentuh banyak orang dari berbagai kalangan tanpa membedakan suku, agama, ras atau pun golongan. Alangkah indahnya dunia ini jika semua masyarakatnya bisa berkarya seperti mereka.

Terimakasih temans. Berkat kalian aku semakin sadar, dunia ini tak sepicik alam bawah sadarku. Dunia ini penuh keramahan, jika kita mau membuka mata hati dan pikiran dengan cinta dan kasih sayang. Karena memang sudah diakui bukan ? Dunia itu tak selebar daun salam ..... (eeiitss daun kelor yak :D )

*********

Inilah mereka yang saya kunjungi hari ini :

  • http://nathaliabookshelf.blogspot.com

  • http://coretanirai.wordpress.com

  • http://www.kulinerwisata.com

  • jnynita.com

  • www.azizahnazi.blogspot.com

  • http://tizara42.blogspot.com

  • www.kuswointan.wordpress.com

  • www.tamasyaku.com

  • www.bittersweet-m-e.blogspot.com

  • http://cokelatgosong.blogspot.com/

  • http://hidupku-kisahku.blogspot.com

  • www.pondokummi.com

  • http://bundadhia.blogspot.com/

  • www.uswasyauqie.com

  • www.mrseliselisa.com

  • www.mamahtira.blogspot.com

  • www.armitaconsultant.com

  • www.intimespare.blogspot.com

  • www.enciharmoni.blogspot.com

  • http://melatikoekieku.blogspot.com

  • www.bundadidotbercerita.blogspot.com

  • www.istiadzah.com

  • www.rodame.com

  • Http://Catatansangmantanjomblo.com

  • Siethie.blogspot.com

  • www.myspaceinung.blogspot.com

  • http://nefertite-fatriyanti.blogspot.com/

  • www.cheeqarahmat.com

  • dan masih banyak lainnya, maaf ga bisa di muat semua.



Senin, 02 Februari 2015

Trapped in Challenge : Tidak Bisa atau Tidak Mau ?

Beberapa hari yang lalu saya diutus oleh kantor untuk mengikuti training di kantor pusat Jakarta. Dengan semangat 45, saya berangkat. Saya excited banget karena membayangkan saya akan mendapat ilmu baru lagi disana.

Saya Berangkat jam 9:30 pagi dari kota saya menuju bandara.Tidak banyak kejadian menarik dalam perjalanan saya ke Pekanbaru. Selain kenalan baru yang asyik dibawa cerita. Namanya Fani, seorang karyawan swasta yang ingin melanjutkan kuliahnya di Universitas Terbuka. Dia bercerita banyak tentang masa lalunya yang 'cukup keras' dalam mencapai gelar pertamanya. Faktor ekonomi yang tidak mendukung, orang tua yang sakit-sakitan dan dua orang adik kembarnya yang duduk dibangku sekolah dasar. Ayahnya sebagai tulang punggung utama keluarga telah setahun lebih bergulat melawan stroke yang dideritanya. Sementara ibunya yang hanya seorang ibu rumah tangga biasa terpaksa harus ikut membanting tulang dengan berjualan makanan di area sekolah. Bersyukur saat itu dia telah berada di tingkat akhir kuliah, sehingga tidak lagi memiliki jadwal padat dikampus, sehingga dia bisa membantu ibunya dengan mengurus perkerjaan rumah dan merawat ayahnya. Dan dia lebih bersyukur lagi karena begitu tamat kuliah, tanpa harus menunggu lama, dia mendapatkan perkerjaan pertamanya sebagai tenaga administrasi di salah satu toko yang cukup terkenal dikota kami. Dan saat ini, dia tengah mengurus pendaftarannya di universitas terbuka di Pekanbaru. Melihat semangatnya yang pantang menyerah membuat saya sangat kagum sekaligus terharu. Mendengar ceritanya tentang masalalunya itu sedikit banyak mengingatkan saya kepada masa-masa kuliah dulu. Ya, nasip saya memang tidak jauh berbeda dengan dia, bedanya adalah dia masih memiliki dua adik yang membutuhkan biaya besar, sementara saya tidak, karena saya sendiri adalah anak terakhir dikeluarga saya. Go a head Fan, semoga semua impianmu tercapai dan Allah senantiasa meridhoi setiap langkahmu.

*********

Pesawat Citilink yang saya tumpangi telah mendarat dengan mulus di bandara Soekarno-Hatta. Sambil menunggu penumpang lainnya turun, saya menyalakan ponsel dan melihat jam di ponsel saya telah menunjukkan waktu pukul 21:10WIB. Ini adalah pertama kalinya saya ke Jakarta seorang diri diwaktu malam. Tidak bisa saya pungkiri, perasaan waswas pun menghampiri saya. Terlebih lagi, atasan memberi tahu saya bahwa saya harus jalan sendiri ke mess perusahaan, karena perusahaan tidak menyediakan mobil jemputan untuk saya. Sebenarnya saya tidak sendiri datang ke Jakarta ini, karena dari 20 cabang yang tersebar di Indonesia ini, 10 cabang di antaranya juga turut serta dalam pelatihan ini. Cuma karena jarak yang berbeda-beda, penerbangan mereka pun berbeda-beda. Ada yang penerbangan pagi, siang dan malam seperti saya saat ini. Yang pasti jadwal penerbangan termurahlah yang dipilih oleh kantor cabang. Sesuai dengan pesan dari atasan saya, agar aman sampai ditujuan saya harus menggunakan Taxi yang terpercaya. Dan saya pun menuruti saran itu. Cukup lama saya berdiri di teras bandara, tapi Taxi yang saya harapkan penuh semua, sementara waktu terus berjalan. Rasa khawatir semakin memenuhi rongga dada saya, agar tidak kelihatan mencolok, saya sibuk pura-pura menelpon agar para calo-calo yang mengerubuti saya segera pergi. Karena telah menunggu cukup lama, akhirnya saya memberanikan diri untuk bernego dengan salah satu calo yang menurut insting saya dia cukup 'aman', karena dia mengenakan tanda pengenal dan juga seragam salah satu perusahaan Taxi bandara, setelah mendapatkan harga yang pas, akhirnya saya naik ke salah satu Taxi yang ada di sana. Banyak doa yang saya lafazkan, berharap Allah melindungi perjalanan saya. Alhamdulillah, Allah menjawab doa saya. Saya mendapat supir Taxi yang baik, sopan dan ramah. Sebelum naik ke Taxinya dia menunjukkan tanda pengenal dan juga STNK kendaraanya. Ketika saya meminta izin untuk mencatatnya pun dia tidak keberatan. Sekitar pukul 22:30 saya sampai di mess tempat tujuan saya dengan selamat dan perasaan penuh syukur. Dan malamnya saya pun bisa beristirahat dengan nyaman.

**************

Saya melangkah dengan antusias menuju kantor pusat tempat training diselenggarakan. Saya tidak sendiri lagi, kebetulan di mess itu telah ada rekan-rekan dari cabang lainnya dan saya berangkat berbarengan dengan teman dari cabang Kupang. Jarak mess ke kantor pusat tidak begitu jauh, kurang lebih 10 menit berjalan kaki. Namun dasar saya yang memang jarang berolah raga, tetap saja jalan kaki sejauh itu membuat nafas saya ngos-ngosan tak karuan. Setelah melewati serangkaian acara pembuka, maka kami pun mulai memasuki acara utama. Saya pun dengan semangat yang masih membara, dengan tenang membuka laptop dan menyiapkan alat tulis lengkap untuk mencatat materi yang nanti diberikan. Namun tiba-tiba saja, suasana tenang itu di kejutkan dengan suara hardikan yang begitu lantang. Saya kaget bukan kepalang, jantung saya berdetak dengan cepat. Bayangan semasa ospek dikampus dulu menari-nari di kepala saya. Ada apa ini ? Batin saya bergolak mencoba memahami setiap kata yang dilontarkan oleh 'beliau' yang sedang murka itu. Setelah menyerap semua kata-kata yang dia lontarkan akhirnya saya bisa menarik kesimpulan dengan pasti. Ternyata agenda kami di kantor pusat kali ini bukanlah training seperti yang ada dalam gambaran saya, tetapi menyelesaikan komitmen yang telah ditandatangani oleh Finact Head beberapa bulan sebelumnya. Apasih komitmennya ? Kok sampai dia menghardik kami sedemikian rupa. Melihat kekagetan di wajah saya, teman sebelah pun berbisik "ga usah kaget mba, dia memang seperti itu, bawa santai aja". Sebisa mungkin saya menenangkan hati dan pikiran saya. Saya mencoba untuk fokus dengan penjelasan beliau di whiteboard, walaupun tidak begitu jelas saya terima, namun samar-samar saya bisa menangkap sebab musabab kemurkaan beliau. Tapi meskipun demikian batin saya berontak juga dengan perlakukan seperti itu. Alhasil, satu harian itu saya blank di depan monitor. Meskipun tangan saya sibuk dengan mouse klik sana klik sini, akan tetapi semua itu hanya gerakan tanpa arti. Dan bisa ditebak bukan, agenda satu hari itu nihil saya selesaikan.

Sebelum Maghrib kami kembali ke mess. Saya berusaha segarkan hati dan pikiran dengan mandi lalu kemudian sholat maghrib. Sebisa mungkin saya coba untuk khusuk meskipun sangat sulit. Jantung saya masih berdebar dengan kuat, karena telinga saya masih terngiang dengan jelas kata-kata yang saya dengar tadi pagi. Hati kecil saya berontak, tidak terima diperlakukan seperti itu. Apa salah kamu ? Toh semua masalah yang dipaparkan tadi bukan tanggung jawab kamu, tapi mengapa kamu yang menerima hardikan itu ? Mengapa orang yang makan nangka, kamu yang kena getahnya ? Setan terus membisiki saya untuk protes dan berontak.

Ternyata malaikat belum meninggalkan saya, karena dia juga membisiki dan menenangkan saya. Sudahlah, tidak ada gunanya kamu protes, toh kamu sudah terlanjur berada disini. Sudahlah, tidak ada gunanya berontak, lebih baik jadikan hal ini sebagai tantangan yang harus kamu selesaikan. Ibarat sebuah game, anggaplah semua ini adalah tantangan untuk kamu agar bisa naik ke level selanjutnya.

Pikiran dan hati saya mulai sinkron dengan satu kata. Ya.. semua ini adalah tantangan yang harus saya takhlukkan. Sekarang tinggal saya nya yang mengevaluasi diri sendiri, mampukah saya menakhlukkan tantangan ini ?

Setan di telinga kiri saya tidak mau kalah ternyata. Dia kembali membisiki saya, emangnya kamu mau diperlakukan begini ? Kamu sadar ga kalo kamu tu udah diperalat ? Enak benar mereka yang punya tanggung jawab tinggal terima bersih hasil kerja kamu. Itu kan tanggung jawab mereka, udah tinggalin aja. Ingat lho kamu datang kesini udah ngorbanin waktu berharga kamu dengan anak dan suami. Ga pantaslah kamu di perlakukan begini"

Saya mulai tergiur dengan bisikan setan di telinga kiri saya. Tapi malaikat kembali memainkan perannya. Sekarang keputusan ada ditangan kamu. Kamu bisa berontak lalu pulang dan tinggalkan semua. Tapi kamu akan dikenang sebagai pecundang. Atau kamu tetap di sini, selesaikan semua tantangan ini, lalu kamu pulang sebagai pemenang. Yakinlah dengan kemampuanmu. Kamu pasti mampu menyelesaikan semua tantangan ini.

Saya tersentak, dan sadar kembali dengan fakta yang ada dihadapan saya. Memang benar, tidak ada gunanya saya berontak dengan mengabaikan sebuah kepercayaan yang diberikan kepada saya. Satu hal positif yang harus saya maknai adalah saya dikirim kesini karena saya dianggap bisa untuk melakukannya. Jadi bukan "bisa atau tidak bisa" yang jadi masalahnya, tapi "mau" atau "tidak mau" melakukannya.

Dan memang benar, setelah memurnikan niat, dan fokus dengan tantangan, maka saya mulai bisa menganalisa detil inci demi inci angka-angka yang terpapar dihadapan saya. Alhamdulillah, saya bersyukur pada Allah, karena semua tantangan tadi mampu saya selesaikan dengan tuntas bahkan melebihi standar yang diminta oleh perusahaan.

*********

Kecendrungan manusia ketika terbentur pada suatu masalah selalu merasa sebagai korban, lalu berontak, menghindar dan menyerah pada keadaan. Padahal jika manusia mampu mengambil hikmah dari semua kejadian, memandang masalah sebagai tantangan bukan sebagai hambatan, maka manusia akan mampu menjadi pemenang atas semua masalah yang dihadapinya. Karena masalah sebenarnya bukan soal bisa atau tidak bisa, tapi lebih kepada mau atau tidak mau. Ego manusialah yang mengarahkannya untuk mau atau tidak menghadapi tantangan, karena dengan kelebihan akal pikiran yang dianugrahkan yang Maha Kuasa saya yakin setiap manusia itu bisa menakhlukkan tantangan yang ada di depan mereka.

Bagaimana dengan anda. Tidak bisa ? Atau tidak mau ?