Thursday, October 16, 2014

Living with Disability

Beberapa hari ini saya menyaksikan sebuah talkshow yang tayang di salah satu TV swasta tanah air. Yang membuat saya takjub dan terharu adalah bintang tamu yang dihadirkan disana yaitu para penyandang cacat fisik. Mungkin sebagian kita ada yang menyebutnya diffabel atau disabilitas. Orang-orang ini tak dianugerahkan dengan fisik yang sempurna seperti kita. Namun semua hal tersebut tak membuat mereka menyerah dari keadaan. Disela keterbatasannya, mereka justru menunjukkan prestasi luar biasanya.

Pernahkan anda bayangkan jika anda yang berada di posisi mereka ? Masih bisakah anda tersenyum dengan lepas ? Masih bisakah anda tertawa dengan riang ?

JIka pertanyaan itu diajukan kepada saya, jujur saya katakan, saya mungkin tidak akan sanggup menjalani hidup seperti yang mereka jalani. Karena saya mengakui jiwa saya tidak sehebat mereka yang mampu menghadapi kerasnya dunia ini dengan semua keterbatasan yang mereka miliki.

Lihatlah foto-foto berikut, mereka dengan lantang menunjukkan kepada dunia betapa keterbatasan mereka bukanlah suatu halangan bagi mereka dalam mencapai mimpi. Sungguh begitu banyak pelajaran yang bisa saya petik dari perjuangan mereka yang tanpa lelah itu.







Terkadang saya malu kepada diri sendiri bahwa betapa egois dan kerdilnya saya yang terkadang suka mengeluh dengan keadaaan. Padahal yang saya keluhkan itu bukanlah sesuatu yang 'teramat' penting, hanya hal-hal sepele yang tidak saya sukai namun hadir dalam hidup saya. Seperti rasa bosan, malas, suntuk dan sebagainya. Ketika saya melihat mereka-mereka ini yang dikarunia fisik tidak sesempurna saya, adalah wajar jika mereka mengeluh, bahkan adalah wajar jika mereka berkata "Tuhan tidak adil". Tapi itu tidak mereka lakukan. Mungkin pernah tersirat dipikiran mereka. Namun mereka menyadari sepenuhnya bahwa tidak ada gunanya menyesali pemberian Tuhan. Bukankah Tuhan itu punya rencana yang Maha Indah ? DIA tidak akan membebankan sesuatu hal yang tidak mampu dipikul hambanya. Mereka meyakini sepenuh hati bahwa mereka adalah manusia-manusia pilihan yang sangat istimewa dihadirkan oleh Tuhan dimuka bumi untuk menunjukkan kebesaran Kuasa NYA dan keajaiban MukjizatNYA.

Living with a Man with Disability


Hari ini, telah 2090 hari saya hidup bersama belahan jiwa saya yang adalah bagian dari 'mereka' itu. Dia sungguh pria yang sangat luar biasa. Selama menjalani hidup bersamanya tak pernah sekalipun saya mendengar dia mengeluh dan mengatakan bahwa dia tidak mampu.  Meskipun menurut saya yang dilakukannya adalah sulit, bahkan bagi orang normal sekalipun, akan tetapi terbukti didepan mata saya sendiri dia mampu melakukan perkerjaan itu. Bahkan ketika banyak yang menolak resumenya dalam melamar perkerjaan dia tak pernah menampakkan kekecewaannya dihadapan saya. Dia tetap tersenyum dan dengan lembut dia menatap saya sambil meminta maaf. Apa yang harus dimaafkan ? Dimata saya sedikitpun dia tidak bersalah. Bahkan dia memiliki kualitas yang 'mungkin' lebih baik dari mereka yang normal. Hanya saja kesempatan yang diberikan kepada orang-orang seperti mereka masih sangat terbatas. Diam-diam sering saya menitikkan air mata haru dibelakangnya. Betapa besar rasa syukur saya karena sang Maha Cinta telah menyatukan kami.

Ketika awal-awal pernikahan kami, banyak orang yang mencibir pilihan saya. Bahkan tidak sedikit yang mengatai saya dengan sebutan buta, bodoh, tolol, telah diguna-gunai dan banyak lagi lainnya. Bahkan yang terkejamnya adalah ketika mereka berkata "percuma saja sekolah tinggi-tinggi, jabatan hebat, gaji besar, tapi dapat suami kok c***t begitu". Astaghfirullah, saya beristighfar dalam hati. Memohon ampun atas dosa saya karena telah membuat orang lain ikut berdosa atas pilihan saya. Tapi semua itu tidak lantas membuat saya bergeming dengan pilihan saya. Karena dari yang saya tahu semua manusia ini adalah sama di mata Tuhan, yang membedakan bukanlah fisik dan segala atribut yang melekat padanya, namun hanya iman dan ketaqwaan semata.

Bagaimana dengan anda ?

Apakah anda merasakan yang sama dengan apa yang saya rasakan ?

Masih wajarkah kita mengeluh akan sulitnya hidup dengan kesempurnaan fisik yang kita punya ?

Masih wajarkah kita putus asa atas kegagalan yang kita alami ?

Masih pantaskah kita mengatakan Tuhan itu tidak adil ?

Jika semua pertanyaan tersebut diatas anda jawab dengan 'wajar, pantas dan boleh', mari kita lihat mereka-mereka yang hidup dengan keterbatasan ini. Mari kita lihat dan resapi setiap jengkal perjuangan yang mereka lakukan untuk bertahan hidup. Saya yakin jika saya, anda, kita semua bisa memaknai perjuangan mereka, maka kita akan tumbuh menjadi manusia yang jauh lebih menghargai hidup ini.

Semoga bermanfaat

Salam sukses selalu

1 comment:

  1. Salut buat suaminya mbak. iya ya, mereka terkadang lebih tegar dari kita. Kadang kita kasihan dengan penyandang difable, walaupun sebenarnya mereka tidak mau dikasihani.

    ReplyDelete


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal