Wednesday, September 24, 2014



Pernah mendengar atau membaca tentang Suspended Coffee (Kopi yang ditangguhkan) ? Jika belum, sedikit saya ulas disini. Di sebuah kota di Italia, ada sebuah kedai kopi yang cukup terkenal. Jadi seperti kedai kopi pada umumnya, orang-orang ramai mengantri di depan bar dan juga kasir yang bersebelahan. Hingga kemudian datang dua orang pemuda memesan 5 cangkir kopi. Ketika membayar dikasir, mereka berkata "Dua cangkir kopi untuk kami, tiga ditangguhkan". Kemudian mereka membayar seharga 5 cangkir kopi dan membawa dua saja. Hal yang sama dilakukan oleh pengunjung-pengunjung berikutnya, yang juga memesan dan membayar kopi mereka namun tidak membawa semua pesanan mereka, selalu ada 1 atau lebih yang ditangguhkan. Tidak berapa lama kemudian, datanglah seorang pria yang berpakaian lusuh dan bertanya kepada barista "apakah anda memiliki kopi yang ditangguhkan ?"
Inilah sepenggal cerita yang di tulis oleh John Sweeney diakun Facebooknya, yang kemudian menginspirasi banyak orang diberbagai negara. Suspended Coffee adalah program yang menawarkan pelanggan untuk membayar beberapa cangkir kopi yang ditangguhkan atau ditunda. Kopi tersebut nantinya akan diberikan kepada mereka yang menginginkan kopi, namun tak mampu membayar.Prosesnya sederhana. Pelanggan dapat membeli kopi untuk diri sendiri, ditambah satu atau dua cangkir tambahan untuk orang yang mungkin membutuhkan. Kopi yang sudah dibayar, disimpan oleh barista, lalu ditawarkan kepada mereka yang membutuhkan. Dalam program ini, para pendonor dan penerima kopi tidak saling kenal.

Hal serupa juga terjadi di Indonesia. Tidak banyak yang tahu mungkin, namun sebenarnya di Indonesia telah ada Warung Sadaqah yang menyediakan makanan dan minuman khusus untuk fakir miskin dan kaum duafa. Bila Anda tidak punya uang untuk makan, silakan mampir ke warung tersebut. Ajak siapa saja yg butuh makan, tetapi terkendala uang. Silakan pesan menu apa saja yg Anda mau, dan tersedia di situ. Tak akan dimintai bayaran sepeserpun. Misalkan Anda punya uang seribu atau duaribu dan berniat membayar, silakan masukkan uangnya ke tempat yang disediakan.
Warung ini buka setiap hari mulai jam 06.00-09.00. Lokasinya di alun-alun Kota Pekalongan. Menu masakannya cukup beragam, ada ayam opor, nasi megono, telur bacem, telur ceplok, sampai daging rendang. Setiap hari, banyak saudara kita yang berprofesi jadi tukang becak, kuli panggul, pengemis, dan sebagainya makan di situ.

Warung ini dibuka dan dibiayai oleh seorang yang hanya ingin dikenal dengan sebutan 'Hamba Allah'. Tujuannya, untuk membantu orang yang kekurangan. Ia ingin agar rakyat kecil bisa ikut menikmati makanan murah bahkan gratis di kawasan alun2 yang merupakan tempat favoritnya semasa kecil dulu.



Semoga menginspirasi Anda untuk selalu berbagi kepada sesama yang membutuhkan.


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal

Meirida.my.id . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | for Meirida.my.id