Friday, July 11, 2014

Kesehatan Reproduksi (ICPD Kairo, 1994) adalah Suatu keadaan sejahtera fisik, mental dan social secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan system repsoduksi serta fungsi dan prosesnya.

Sistem Reproduksi Wanita

Sistem reproduksi wanita terdiri dari:

1.Organ Kelamin Luar

Organ kelamin luar wanita memiliki 2 fungsi, yaitu :

1. Sebagai jalan  masuk sperma ke dalam tubuh wanita   2. Sebagai pelindung organ kelamin dalam dari berbagai organisme penyebab infeksi.

Organ Kelamin Luar pada wanita meliputi : 

1. Labium mayor terdiri dari kelenjar keringat dan kelenjar sebasea (penghasil minyak);      setelah puber, labium mayor akan ditumbuhi rambut.

2. Labium minor terletak tepat di sebelah dalam dari labium mayor mengelilingi lubang vagina dan uretra.      Jika ada rangsangan,dari saluran kecil di samping introitus akan keluar cairan (lendir) yang dihasilkan oleh   kelenjar Bartolin.

3. Uretra terletak di depan vagina dan merupakan lubang tempat keluarnya air kemih dari kandung kemih.

4. Klitoris;Labium minora kiri dan kanan bertemu di depan dan membentuk klitoris,      yang merupakan penonjolan kecil yang sangat peka.

5. Perineum;Labium mayor kiri dan kanan bertemu di bagian belakang membentuk perineum, yang merupakan suatu      jaringan fibromuskuler diantara vagina dan anus.

6. Himen (selaput Dara)     Lubang vagina dikeliling oleh himen (selaput dara). Kekuatan himen pada setiap wanita bervariasi,      karena itu pada saat pertama kali melakukan hubungan seksual, himen bisa robek atau bisa juga tidak.



2.Organ Kelamin Dalam

Organ Kelamin Dalam meliputi :

1. Vagina :

Dalam keadaan normal, dinding vagina bagian depan dan belakang saling bersentuhan sehingga tidak ada ruang di dalam  vagina kecuali jika vagina terbuka (misalnya selama pemeriksaan atau selama melakukan hubungan seksual). Pada wanita dewasa, rongga vagina memiliki panjang sekitar 7,6-10 cm.

2. Rahim :

Rahim merupakan suatu organ yang berbentuk seperti buah pir dan terletak di puncak vagina. Rahim terletak di belakang kandung kemih dan di depan rektum (anus),   Rahim terbagi menjadi 2 bagian, yaitu Serviks dan Korpus (badan rahim) Selama masa reproduktif, panjang korpus adalah 2 kali panjang serviks. Korpus bisa melebar untuk menyimpan janin. Selama proses persalinan,dinding ototnya mengkerut sehingga bayi terdorong keluar  melalui serviks dan vagina. Sebuah saluran yang melalui serviks memungkinkan spema masuk ke dalam rahim dan darah menstruasi keluar. Serviks biasanyanya merupakan penghalang yang baik bagi bakteri,kecuali selama masa menstruasi dan selama masa ovulasi (pelepasan sel telur). Saluran di dalam serviks sempit, bahkan terlalu sempit sehingga selama kehamilan janin tidak dapat melewatinya.  Tetapi pada proses persalinan saluran ini akan meregang sehingga bayi bisa melewatinya. Lapisan dalam dari korpus disebut endometrium. Setiap bulan setelah siklus menstruasi,endometrium akan menebal. Bila tidak terjadi kehamilan, maka endometrium akan dilepaskan dan terjadilah perdarahan. Ini yang disebut dengan siklus menstruasi.



Proses yang terjadi pada Sistem Reproduksi Wanita

1.       Menstruasi

Menstruasi atau haid adalah pengeluaran darah dan sel-sel tubuh secara periodik dari vagina yang berasal dari dinding rahim wanita. Menstruasi dimulai sejak pubertas dan hal ini menandai kemampuan seorang

Wanita untuk mengandung anak. Biasanya menstruasi dimulai antara usia 10 dan 16 tahun. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya kesehatan wanita, dan berat tubuh relative terhadap tinggi tubuh.

Menstruasi berlangsung kira-kira sekali dalam sebulan sampai wanita itu mencapai usia 45-50 tahun. Sekali lagi hal ini tergantung kesehatan wanita dan pengaruh-pengaruh lainnya.

Siklus menstruasi adalah setiap 28 hari. Panjang pendeknya siklus menstruasi dapat bervariasi pada satu wanita, bahkan dari bulan ke bulan tergantung pada berbagai hal, termasuk kesehatan fisik, emosi dan

Nutrisi wanita tersebut. Berakhirnya kemampuan menstruasi seorang wanita disebut Menopause, ini juga menandakan berakhirnya masa-masa kehamilan wanita.



Siklus menstruasi terbagi atas 3 (tiga) fase yaitu :

1. Fase Folikuler

Dimulai dari hari 1 (pertama) sampai sesaat sebelum kadar LH meningkat dan terjadi pelepasan sel telur (ovulasi). Dinamai fase Folikuler karena pada masa ini terjadi pertumbuhan folikel didalam ovarium.

Pada pertengahan fase folikuler, kadar FSH sedikit meningkat sehingga merangsang pertumbuhan sekitar 3-30 folikel yang masing-masing mengandung 1 sel telur. Tetapi hanya 1 satu folikel yang mampu untuk terus tumbuh sedangkan yang lainnya hancur. Pada suatu siklus, sebagian endometrium dilepaskan sebagai respon terhadap penurunan kadar hormone estrogen dan progesteron.

Endometrium terdiri dari 3 lapisan. Lapisan paling atas dan lapisan tengah dilepaskan, sedangkan lapisan dasar tetap dipertahankan dan menghasilkan sel-sel baru untuk kembali membentuk kedua lapisan yang telah dilepaskan. Pendarahan menstruasi berlangsung selama 3-7 hari, rata-rata adalah selama 5 hari. Darah yang hilang rata-rata sebanyak 28-283 gram. Darah menstruasi biasanya tidak membeku kecuali jika pendarahannya sangat banyak.

2. Fase Ovulatoir

Fase ini dimulai saat kadar LH meningkat dan pada fase ini sel telur dilepaskan. Sel telur biasanya dilepaskan dalam waktu 16-32 jam setelah terjadi peningkatan kadar LH. Folikel yang matang akan menonjol dari permukaan ovarium, akhirnya pecah dan melepaskan sel telur. Pada saat ovulasi ini beberapa wanita merasakan nyeri tumpul pada perut bagian bawah, nyeri ini biasa disebut mittelschmerz,  yang berlangsung selama beberapa menit sampai beberapa jam.

3. Fase Luteal

Fase ini terjadi setelah ovulasi dan berlangsung selama sekitar 14 hari. Setelah melepaskan telurnya, folikel yang pecah kembali menutup dan membentuk korpus luteum yang menghasilkan sejumlah besar progesteron. Progesteron menyebabkan suhu tubuh sedikit meningkat selama fase luteal dan tetap tinggi sampai siklus yang baru dimulai. Peningkatan suhu ini bisa digunakan untuk memperkirakan terjadinya ovulasi. Setelah 14 hari, korpus luteum akan hancur dan siklus yang baru akan dimulai, kecuali jika terjadi pembuahan. Jika telur dibuahi, korpus luteum mulai menghasilkan HCG (human chorionic gonadotropin). Hormon ini memelihara korpus luteum yang menghasilkan progesteron sampai janin bisa menghasilkan hormonnya sendiri. Tes kehamilan didasarkan kepada adanya peningkatan kadar HCG.

Sindroma Premenstruasi

SINDROMA premenstruasi sering berhubungan dengan naik-turunnya kadar estrogen dan progesteron yang terjadi selama siklus menstruasi. Estrogen menahan cairan yang dapat menyebabkan bertambahnya berat badan, pembengkakan jaringan, nyeri payudara dan perut kembung. Penyebab yang pasti dari sindroma premenstruasi tidak  diketahui; tetapi sering berhubungan dengan faktor-faktor sosial, budaya, biologi dan psikis. Sindroma premenstruasi terjadi pada  sekitar 70-90% wanita pada usia subur. Lebih sering ditemukan pada wanita berusia 20-40 tahun. Jenis dan berat gejalanya bervariasi pada setiap wanita  dan bervariasi pada setiap bulan. Wanita yang menderita epilepsi mungkin akan lebih sering mengalami kejang. Wanita yang menderita penyakit jaringan ikat (misalnya lupus atau artritis ramatoid) bisa mengalami kekambuhan.



Gejala-gejala yang sering ditemukan adalah :

  • Perubahan fisik:

Sakit punggung, perut kembung, payudara terasa penuh dan nyeri, perubahan nafsu makan, sembelit,pusing, pingsan, sakit kepala, daerah panggul terasa berat atau tertekan, hot Hashes (kulit wajah, leher, dada tampak merah dan teraba hangat), susah tidur, tidak bertenaga, mual dan muntah, kelelahan yang luar biasa, kelainan kulit (misalnya jerawat dan neurodermatitis), pembengkakan jaringan atau nyeri persendian, penambahan berat badan.

  • Perubahan psikis dan mental:

Mudah marah, tersinggung, cemas, depresi, gelisah sebentar sedih atau gembira, kalut, sulit berkonsentrasi, pelupa.

  • Nyeri menstruasi :

Nyeri menstruasi bisa primer, jika sudah ada keluhan sejak pertama kali menstruasi (menarche). Biasanya tak ada hubungannya dengan kandungan. Sifatnya nyeri kejang berjangkit-jangkit, terasa di perut bawah, menjalar ke pinggang dan paha, mungkin disertai mual dan muntah, serta nyeri kepala. Jika hebat, bisa sampai kolik melilit, Jika nyeri menstruasi primer umumnya tak ada hubungan dengan kandungan. N

Nyeri menstruasi luar biasa yang disebut dismenorrhoe sekunder biasanya berhubungan dengan adanya penyakit kandungan. Mungkin ada peradangan saluran telur (salphingitis), tumor rahim, menyempitnya leher rahim, atau oleh adanya endometriosis. Semua kelainan ini sebaiknya dikoreksi. Mungkin belum tentu mengganggu kesuburan, dan masih mungkin untuk hamil, namun bisa pula mengganggu kehamilan yang sudah terbentuk, jika dibiarkan. Jika dalam pemeriksaan pemindaian organ reproduksi tidak ditemukan adanya kelainan, kemungkinan hanya gangguan  fungsional belaka. Artinya, organ reproduksinya normal, tapi  fungsinya yang terganggu.

Kehamilan

KEHAMILAN akan terjadi apabila sel telur yang dikeluarkan sebulan sekali oleh wanita yang masih dalam usia subur dibuahi oleh sperma yang dikeluarkan laki laki. Secara normal, pertemuan antara sperma dan sel telur ini terjadi melalui hubungan seksual antara laki laki dan wanita. Pembuahan terjadi di dalam rahim ketika wanita sedang berada pada masa subur.

MASA SUBUR

Masa subur adalah waktu di mana sel telur yang telah matang potensial untuk dibuahi oleh sperma. Pada seorang wanita usia subur, setiap bulannya secara teratur akan terjadi pematangan satu atau lebih sel telur. Cara menghitung masa subur misalnya seseorang dengan siklus normal yaitu 28 hari maka ovulasi diperkirakan akan terjadi pada 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Untuk melihat rata-rata siklus menstruasi  dicatat selama 3 bulan berturut-turut. Tetapi bila siklus menstruasinya tidak teratur 28 hari maka perlu ada penghitungan khusus.

PROSES TERJADINYA KEHAMILAN

Proses ini diawali dengan proses pembuahan (konsepsi), di mana sel telur yang matang setelah ovulasi berada di tuba falopii dibuahi oleh sperma, yang kemudian disebut zigot. kemudian terjadilah pembelahan zigot menjadi 2, 4, 8 dan seterusnya, sehingga ukurannya semakin besar, sambil berjalan dari tuba ke rongga rahim, yang memakan waktu sekitar 6 hari.  Di rongga rahim maka calon janin ini akan menempel pada dinding rahim (proses nidasi). Setelah terjadi nidasi barulah dapat dikatakan terjadi kehamilan. Dalam proses tersebut di ovarium juga terjadi perubahan- perubahan hormonnya. Salah satu hormon yang meningkat adalah HCG, yang keluardi air kemih dan dideteksi sebagai tes kehamilan yang umum digunakan saat ini.

Usia yang Baik untuk Wanita pertama kali hamil

Sebaiknya kehamilan pertama terjadi pada usia antara 20-30 tahun karena pada usia ini seorang wanita telah siap baik secara fisik maupun mental. Akan tetapi karena saat ini pelayanan kesehatan semakin membaik, dan wanita hamil bisa secara rutin memeriksakan kehamilannya, maka banyak juga  wanita yang hamil diatas usia 30 tahun, bahkan sampai 40 th.

Perubahan pada wanita hamil Pada dasarnya wanita hamil adalah orang yang sehat, tetapi memang ada beberapa perubahan yang terjadi yang bisa mempengaruhi kesehatan baik secara fisik maupun mental,  walaupun bisa berbeda pada tiap wanita dan pada tiap kehamilan (anak pertama dapat berbeda dengan anak kedua). Akibat perubahan sistem hormonal bisa terjadi rasa mual, lalu muntah, pusing yang biasanya pada usia kehamilan awal, ini bisa diatasi dengan makan dalam porsi kecil tetapi sering dan menghindari makanan dengan bau dan rasa yang menyengat. Sering kali juga terjadi peningkatan pigmentasi terutama di kulit daerah tertentu misalnya payudara, leher dan wajah. Gejala ini tidak perlu penanganan khusus karena akan menghilang sendiri setelah melahirkan nanti.

Yang Harus dilakukan selama Hamil

Selama kehamilan pemeriksaan ke bidan atau dokter minimal dilakukan sebanyak 4 kali, untuk mendeteksi adanya kelainan baik ibu maupun janin. Hal-hal yang perlu dideteksi setiap pemeriksaan antara lain tekanan darah, kadar haemoglobin, tungkai bengkak atau tidak, pembesaran rahim dan perkembangan janin termasuk posisi dan detak jantung janin, gejala yang perlu mendapatkan perhatian adalah adanya perdarahan, pembengkakan tungkai berlebihan. Pola makan perlu mendapat perhatian baik jumlah maupun  komposisi, istirahat cukup, aktivitas fisik tidak perlu dibatasi ketat  dan disesuaikan dengan kondisi ibu. Kebersihan sangat perlu dijaga untuk mencegah infeksi misalnya di gigi, perawatan payudara untuk persiapan menyusui terutama puting susu diupayakan keluar dengan pemijatan setiap kali mandi. Buang  air kecil yang sering akan dialami pada trimester pertama dan Ketiga akibat penekanan rahim ke kandung kencing. Buang air besar diupayakan selalu lancar dengan minum banyak, makanan cukup serta dan olah raga teratur.

YANG PERLU DIPERHATIKAN DAN DIWASPADAI SELAMA KEHAMILAN

1.Ketuban Pecah Sebelum Waktunya

KETUBAN Pecah Sebelum Waktunya (KPSW) adalah pecahnya selaput berisi cairan ketuban yang terjadi 1 jam atau lebih sebelum terjadinya kontraksi. Dulu jika terjadi KPSW selalu dilakukan tindakan untuk  segera melahirkan bayi guna mencegah infeksi yang bisa terjadi  pada bayi maupun ibunya. Tetapi pendekatan ini sudah tidak  perlu dilakukan lagi karena resiko terjadinya infeksi bisa dikurangi  dengan mengurangi frekuensi pemeriksaan, dalam 1 kali  pemeriksaan dengan bantuan spekulum bisa membantu dokter  dalam memastikan pecahnya selaput ketuban, memperkirakan  pembukaan serviks (leher rahim) dan mengambil contoh cairan  ketuban dari vagina. Jika hasil analisa cairan ketuban menunjukkan bahwa paru- paru bayi sudah cukup matang, maka dilakukan induksi  persalinan (tindakan untuk memulai proses persalinan) dan bayi  dilahirkan. Jika paru-paru bayi belum matang, persalinan ditunda  sampai paru-paru bayi matang. Pada 50% kasus, persalinan bisa ditunda hanya dengan  melakukan tirah baringan mendapatkan cairan infus; beberapa  kasus lainnya memerlukan obat yang bisa mencegah kontraksi rahim  (misalnya magnesium sulfat yang diberikan melalui infus  suntikan atau tablet terbutalin dan kadang diberikan ritodrin meialui infus). Ibu dirawat di rumah sakit dan menjalani tirah baring, tetapi masih diperbolehkan ke kamar mandi. Suhu tubuh dan denyut nadinya diukur 2 kali/hari. Peningkatan suhu tubuh bisa merupakan pertanda terjadinya infeksi.

2.Persalinan Prematur

PERSALINAN prematur adalah persalinan yang terjadi  sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Biasanya  persalinan terjadi pada saat usia kehamilan mencapai 37-42 minggu. Persalinan prematur bisa merupakan suatu proses  normal yang dimulai terlalu dini atau dipicu oleh keadaan  tertentu, seperti infeksi rahim atau infeksi cairan ketuban,  Sebagian besar kasus persalinan prematur penyebabnya tidak diketahui secara pasti.

Faktor resiko terjadinya persalinan prematur :


  1. Pernah mengalami persalinan prematur pada kehamilan terdahulu.

  2. Kehamilan ganda (kembar 2 atau 3).

  3. Pernah mengalami aborsi.

  4. Memiliki serviks yang abnormal.

  5. Memiliki rahim yang abnormal.

  6. Menjalani pembedahan perut pada saat hamil.

  7. Menderita infeksi berat pada saat hamil.

  8. Pernah mengalami perdarahan pada trimester kedua atau ketiga.

  9. Berat badan kurang dari 50 kg.

  10. Pernah memakai DES (dietilstilbestrol).

  11. Merokok sigaret atau makakai kokain .


  12. Tidak memeriksakan kehamilan.



3.Kehamilan Post-Matux & Postmaturitas

KEHAMILAN post-matur adalah persalinan yang berlangsung  sampai lebih dari 42 minggu. Postmaturitas adalah suatu  sindroma di mana plasenta mulai berhenti berfungsi secara  normal pada kehamilan post-matur dan hal ini membahayakan  janin. Menentukan apakah kehamilan telah Iewatdari42 minggu  tidak selalu mudah, karena saat terjadinya pembuhan tidak  selalu dapat ditentukan secara pasti. Kadang saat pembuahan tidak dapat ditentukan karena siklus menstruasi yang tidak  teratur. Pada awal kehamilan bisa dilakukan pemeriksaan USG  untuk membantu menentukan usia kehamilan. Pemeriksaan USG berikutnya dilakukan sebelum usia kehamilan mencapai 32 minggu (antara 18-22 minggu) untukmengukur diameter kepala  janin; hal ini bisa membantu memastikan usia kehamilan. Jika kehamilan berlangsung sampai lebih dari 42 minggu dari hari pertama menstruasi terakhir, dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui tanda-tanda postmaturitas pada ibu dan janin, yaitu penciutan rahim dan berkurangnya gerakan janin Pemeriksaan bisa dimulai pada usia kehamilan 41 minggu, untuk menilai gerakan dan denyut jantung janin serta jumlah cairan ketuban (yang menurun secara drastis pada kehamilan post-matur). Untuk memperkuat diagnosis postmaturitas, bisa dilakukan amniosentesis (pengambilan dan analisa cairan ketuban). Salah satu tanda dari postmaturitas adalah air ketuban yang berwarna kehijauan yang berasal dari mekonium (tinja fetus yang pertama); hal ini menunjukkan keadaan gawat janin. Selama hasil pemeriksaan tidak menunjukkan tanda-tanda postmaturitas, maka kehamilan post-matur masih mungkin dilanjutkan. Tetapi jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya tanda-tanda postmaturitas, maka segera dilakukan induksi persalinan dan bayi dilahirkan. Jika serviks belum dapat dilalui janin, maka dilakukan operasi sesar.

4.Tidak Adanya Kemajuan Dalam Persalinan

SETIAP jam seharusnya serviks membuka minimal selebar 1 cm dan kepala janin seharusnya turun ke dalam rongga panggul minimal sebanyak 1 cm. Jika hal tersebut tidak terjadi, mungkin janin terlalu besar untuk melewati jalan lahir dan perlu dilakukan persalinan dengan bantuan forseps atau operasi sesar.  Jika jalan lahir cukup lebar tetapi persalinan tidak maju, maka diberikan oksitosin melalui infus untuk merangsang kontraksi rahim yang lebih kuat. Jika setelah pemberian oksitosin persalinan tidak juga maju, maka dilakukan operasi sesar.

5.Kelainan Posisi Janin

Yang dimaksud dengan posisi janin di dalam rahim adalah arah yang dihadapi oleh janin, sedangkan letak janin adalah bagian tubuh janin yang terendah. Kombinasi yang paling sering ditemukan dan paling aman adalah menghadap ke punggung ibu dengan letak kepala, di mana leher tertekuk ke depan, dagu menempel di dada dan kedua lengan melipat di dada. Jika janin tidak berada dalam posisi atau letak tersebut, maka persalinan bisa menjadi sulit dan mungkin persalinan tidak dapat dilakukan melalui vagina.

6.Kekamilan Kembar

KEHAMILAN kembar bisa diketahui pada pemeriksaan USG atau dengan pemantau elektronik (dimana akan terdengar 2 denyut jantung berbeda). Kembar menyebabkan rahim sangat  teregang dan rahim yang sangat teregang cenderung untuk mulai mengalami kontraksi sebelum kehamilan mencapai usia yang matang. Akibatnya bayi kembar sering dilahirkan secara prematur dan kecil. Posisi dan letak janin di dalam rahim bisa berlainan, sehingga persalinan bisa menjadi sulit. Kontraksi rahim setelah lahirnya bayi pertama cenderung menyebabkan terlepasnya plasenta dari bayi kedua. Akibatnya, bayi kedua cenderung mengalami masalah selama persalinan dan memiliki resiko mengalami kelainan dan kematian yang lebih tinggi, Kadang  setelah persalinan, rahim yang terlalu teregang tidak dapat berkontraksi dengan baik sehingga ibu bisa mengalami perdarahan.

7.Distosia  Bahu

DISTOSIA bahu adalah suatu komplikasi yang jarang terjadi, dimana pada letak kepala, salah satu bahu bayi tersangkut pada tulang kemaluan dan tertahan di dalam jalan lahir. Segera dilakukan berbagai tindakan untuk membebaskan bahu sehingga bayi bisa dilahirkan melalui vagina. Jika tindakan tersebut gagal, kadang bayi dapat didorong kembali ke dalam vagina dan dilahirkan melalui operasi sesar.

8.Prolapsus Korda Umbilikalis

PROLAPSUS korda umbilikalis adalah keadaan dimana korda umbilikal(taii pusar) mendahului bayi, yaitu kefuardari jalan lahir. Pada keadaan ini, jika bayi mulai memasuki jalan lahir, tali pusar akan tertekan sehingga aliran darah ke bayi terhenti. Prolapsus korda umbilikalis bisa terjadi secara nyata atau tersembunyi. Pada prolapsus yang nyata, selaput ketuban telah pecah dan tali pusar menonjol ke dalam vagina sebelum bayi turun ke jalan lahir.  Prolapsus yang nyata biasanya terjadi jika bayi berada dalam letak bokong (tetapi bisa juga terjadi pada letak kepala), terutama jika selaput telah pecah sebelum waktunya atau jika janin belum turun ke panggul ibu. Untuk mencegah terjadinya cedera pada janin akibat terhentinya aliran darah ke janin, maka segera dilakukan persalinan, biasanya melalui operasi sesar. Pada prolapsus tersembunyi, selaput ketuban tetap utuh dan tali pusar berada di depan janin atau terperangkap di depan bahu janin. Biasanya keadaan ini diketahui melalui denyut jantung janin yang abnormal. Prolapsus tersembunyi bisa diatasi dengan cara merubah posisi ibu atau mengangkat kepala janin untuk menghilangkan tekanan pada tali pusar. Kadang perlu dilakukan operasi sesar.

9.Pendarahan Rahim

PENDARAHAN hebat dari rahim setelah persalinan merupakan masalah yang serius. Biasanya selama persalinan ibu kehilangan darah sebanyak 0,5 liter. Ketika plasenta lepas dari rahim, pembuluh darah rahim terbuka. Kontraksi rahim membantu menutupnya pembuluh darah ini sampai mereka mengalami pemulihan lengkap. Jika setelah proses persalinan rahim tidak berkontraksi atau jika sejumlah kecil plasenta tertinggal di dalam rahim sehingg rahim tidak dapat berkontraksi, maka darah yang hilang akan lebih banyak. Robekan pada vagina atau serviks juga bisa menyebabkan perdarahan hebat.



Gangguan Reproduksi Wanita

Beberapa Jenis Penyakit pada Sistem Reproduksi Wanita

Amenore

Penyakit inimengacu pada suatu kondisi di mana seorang individu gagal untuk menstruasi. Ada dua jenis amenorrhea amenore primer dan sekunder. Amenore primer adalah keterlambatan siklus menstruasi abnormal, dan amenore sekunder terjadi pada wanita yang belum mencapai usia premenopause.



Erosi serviks

Penyakit ini adalah kondisi di mana borok terbentuk di daerah leher rahim. Hal ini ditandai dengan bintik-bintik merah dan pink cerah, sekitar pembukaan serviks. Selama awal penyakit, potongan lendir dibuang oleh tubuh. Hal ini kemudian ditindaklanjuti dengan berbagai tingkat tindakan perbaikan.



Cervicitis 

Cervicitis pada dasarnya adalah peradangan serviks uterus. Kelenjar lendir banyak terbentuk di wilayah ini, yang menjaga vagina dilumasi. Meskipun demikian, ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan mikroba dan bakteri lainnya. Dengan demikian, infeksi pada vagina dapat ditularkan ke servik uterus yang pada akhirnya menyebabkan peradangan leher rahim.

Oligomenore 

Ini adalah kondisi yang ditandai oleh celah yang berkepanjangan antara dua menstruasi. Biasanya seorang wanita menstruasi setiap 25-30 hari, meskipun dalam oligomenore, perempuan hanya mengalami menstruasi selama 4 sampai 9 kali dalam setahun. Kondisi ini disebabkan karena kekurangan estrogen dan dapat mengakibatkan kemandulan.

Demam panas karena baru melahirkan

Hal ini juga dikenal sebagai demam nifas seperti itu terjadi dalam waktu 10 hari melahirkan atau keguguran. Plasenta baku menjadi sangat rentan terhadap luka dan infeksi setelah pemisahan. Hal ini ditandai dengan demam yang sangat tinggi, dan memerlukan perhatian medis.

Endometriosis 

Hal ini terjadi ketika endometrium, yang biasanya garis rahim, tumbuh di tempat lain. Serbuan yang paling umum adalah tuba falopi, jaringan lapisan panggul wanita dan ovarium. Masalah terjadi karena darah biasanya melewati selama menstruasi yang terperangkap dari lapisan pengungsi, dan mengiritasi jaringan sekitarnya.

Sindrom Ovarium polikistik

Sindroma ovarium polikistik (PCOS) mengacu pada kondisi ovarium wanita yang terserang penyakit ini, ovarium membesar dan ditutupi oleh sejumlah kista kecil. Jenis penyakit ini adalah gangguan hormonal yang umum pada wanita usia reproduksi. Hal ini ditandai dengan periode menstruasi yang abnormal dan pertumbuhan rambut yang berlebihan. Jika tidak terdiagnosa pada tahap awal dapat mengakibatkan komplikasi jangka panjang dan berisiko.



Perawatan Sistem Reproduksi



Perawatan system reproduksi dimulai dari luar. Karena bagaimana pun juga, semua bakteri, kuman dan virus penyakit masuk dari organ kelamin luar. Dan berikut ini beberapa tips untuk menjaga dan merawat organ kelamin kita agar tetap bersih dan sehat;

1. Setelah buang air kecil atau besar Usahakan untuk selalu mencuci bagian luar alat kelamin dengan air dan sabun. Siramlah dengan air dengan arah depan ke belakang dan bukan sebaliknya. Hal ini untuk mencegah masuknya kuman dari dubur ke vagina.

2. Kebersihan pakaian dalam Sepatutnya dalam sehari, minimal mengganti pakaian dalam sebanyak dua kali untuk menjaga kebersihan. Selain itu pilihlah bahan celana dalam yang dapat mudah menyerap keringat, karena jika tidak jamur bisa menempel di alat kelamin. Hindari untuk saling bertukar pakaian dalam dengan orang lain bahkan itu keluarga sendiri, karena setiap orang memiliki kondisi kelamin yang berbeda.

3. Menggunakan toilet umum Siramlah sebelum menggunakan (flushing), hal ini untuk mencegah penularan jika ada pengguna lainnya adalah penderita penyakit kelamin. Sebaiknya gunakan selalu air yang keluar melalui keran atau tissu dan hindari penggunaan dari bak/ember, karena menurut penelitian air yang tergenang di toilet umum mengandung 70% jamur candida albicans (penyebab keputihan dan rasa gatal pada vagina).

4. Merawat rambut yang tumbuh di sekitar alat kelamin Hindari membersihkan bulu di daerah kemaluan dengan cara mencabut karena akan ada lubang pada bekas bulu kemaluan tersebut dan menjadi jalan masuk bakteri, kuman, dan jamur. Selanjutnya dapat menimbulkan iritasi dan penyakit kulit. Perawatan rambut  itu disarankan untuk dirapikan saja dengan memendekkan, dengan gunting atau dicukur tetapi sebelumnya menggunakan busa sabun terlebih dahulu dan menggunakan alat cukur khusus yang lembut, dan sudah dibersihkan dengan sabun dan air panas. Perlu diketahui setelah menggunakan simpan dalam tempat yang bersih dan kering, jangan di tempat yang lembab dan jangan menggunakannya secara bergantian bahkan dengan suamii. Rambut-rambut tersebut berfungsi untuk kesehatan alat kelamin, yaitu berguna untuk merangsang pertumbuhan bakteri baik yang melawan bakteri jahat serta menghalangi masuknya benda asing kecil ke dalam vagina, menjaga alat kelamin tetap hangat dan merupakan bantalan ketika berhubungan seksual dan melindungi dari gesekan. Sehingga perlu rajin menjaganya agar tidak menjadi sarang kutu dan jamur.

5. Pemakaian pantyliner Pemakaian pantyliner tidak dianjurkan digunakan setiap hari, sebaiknya Pantyliner hanya digunakan ketika keputihan. Akan lebih baik jika membawa celana dalam pengganti daripada menggunakan pantyliner tiap hari.

6. Hindari menggunakan celana dalam dan celana jeans yang sangat ketat Memakai celana dalam dan celana jeans yang terlalu ketat di wilayah selangkangan dapat menyebabkan kulit susah untuk bernafas dan akhirnya dapat menyebabkan daerah tersebut berkeringat, lembab, mudah terkena jamur dan teriritasi.

7. Hindari untuk menggunakan minyak wangi/parfum atau bedak menggunakan ke vagina Vagina memiliki tingkat keasaman sendiri yang sebaiknya tidak dirusak oleh masuknya cairan-cairan yang mengandung bahan-bahan kimia yang tidak cocok untuk kultur di permukaan atau di dalam vagina. Jika alat kelamin Anda terasa berbau tidak enak, Anda harus memperbaiki cara Anda merawat dan membersihkannya, dan tentunya bukan dengan cara menyemprotkan parfum.

8. Jangan malas mengganti pembalut Bagi para wanita yang sedang menstruasi/haid untuk tidak malas mengganti pembalut karena ketika menstruasi kuman-kuman mudah untuk masuk dan pembalut yang telah ada gumpalan darah merupakan tempat berkembangnya jamur dan bakteri. Usahakan untuk mengganti setiap 4 jam sekali, 2-3 kali sehari atau sudah merasa tidak nyaman. Jangan lupa bersihkan vagina sebelumnya ketika mengganti pembalut.

9. Hindari prilaku seks bebas Tidak melakukan Hubungan seksual dengan yang bukan pasangan yang sah. Kalau terpaksa melakukannya, gunakan kondom. Berganti-ganti pasangan membuat Anda rentan pada penyakit menular seksual dan HIV/AIDS. Bila pasangan sah nya menderita penyakit kelamin, pergunakanlah kondom dan segeralah berobat bersama ke dokter.

10. Pemeriksaan rutin Usahakan untuk selalu melakukan pemeriksaan rutin ke dokter. Bagi wanita pemeriksaan ini bermacam-macam, dari mulai pemeriksaan kesehatan alat kelamin sampai pap smear untuk mendeteksi kanker mulut rahim. Pemeriksaan rutin berguna untuk deteksi dini penyakit ringan atau berat, serta untuk mengobati gangguan kesehatan pada alat kelamin Anda.

(Berbagai sumber)


Terimakasih telah berkunjung ^.^
Tinggalkan komentar ya, biar kita saling kenal

Meirida.my.id . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | for Meirida.my.id