Kenali Darah Haid Yang Beresiko Penyakit

7 dari 10 wanita tidak pernah memperhatikan warna darah haid mereka ketika akan mengganti pembalut. Faktanya warna darah haid tertentu bisa mengindikasikan tubuh sedang menderita penyakit.

Upaya Pelestarian Sungai Yang Patut Dijadikan Contoh

Tahu kah kamu ? Ternyata ada satu daerah di Indonesia ini yang masyarakatnya selalu berupaya melestarikan sungainya ? Bahkan mereka rela untuk tidak mengambil ikan di sungai itu dalam waktu tertentu demi menjaga agar habitat alami sungai tetap terpelihara.

10 Best Couple Yang Bikin Baper

Kalo bicara tentang K-Drama, apalagi yang genrenya roman gitu, pasti ga akan bisa lepas dari yang namanya best couple. Kemampuan mereka dalam menyerap karakter yang diberikan penulis dan juga kemampuan mereka dalam mentransfernya kepada penonton berhasil membuat penonton terbawa perasaan, meskipun drama itu sendiri telah usai masa tayangnya. Istilah orang-orang sekarang nih, chemistry-nya dapet banget !

Kenali Penyebab dan Gejala Anyang-anyangan

Anyang-anyangan merupakan gejala awal infeksi saluran kemih adalah suatu gejala dimana penderita merasa selalu ingin buang air kecil, tetapi kuantitas urine sedikit. Dalam beberapa kasus, saluran kencing terasa panas dan perih

Tips Melicinkan Pakaian Tanpa Setrika

Menurut aku, menyetrika itu adalah perkerjaan yang sangat monoton, menyita waktu, bikin gerah, sekaligus bikin kaki selalu kram atau kesemutan. Dengan kata lain membosankan.Ada yang satu team sama aku ga, nih ? Kalo iya, yuk ngacung dengan komen pake hashtag #TeamOgahNyetrika

Sabtu, 17 Agustus 2013

The Vague Memories

At Zero Zone
Setelah peristiwa kebakaran dahsyat yang mengahanguskan kediaman keluargaku ketika aku berusia 2 bulan, ayah dan ibu membawaku ke Palembang, disini kami nomaden, hidup berpindah2 dari satu desa ke desa yang lain mengikuti tempat kerja ayah. Sementara saudara-saudaraku yang lain tetap di Lubuk Sikaping bersama keluarga nenek. Ayahku yang seorang operator alat berat kerap berkerja di pedalaman hutan Sumatera Selatan. Jadi dari usia beberapa bulan aku hidup di camp-camp karyawan bersama kedua orangtuaku. Untuk membantu perekonomian keluarga ibuku turut membantu mencari nafkah dengan membuka kantin di camp karyawan. Sebagian uang dikirim tiap bulannya untuk kebutuhan saudara2ku di Lubuk Sikaping. Karena kesibukannya itu, aku sering dititipkan di ruang kantor pimpinan ayah saat itu. Alhamdulillah banget ya ayahku punya bos yang superr baik. Beliau dengan senang hati menawarkan ruangannya untuk kujadikan area bermain, sementara ibuku sibuk dengan perkerjaannya. Dengar2 cerita, hal ini sempat membuat iri para istri2 karyawan yang lain loh. Tapi mo bilang apa coba, kata ibuku bosnya ayah tidak suka dengan anak2 karyawannya yang lain karena ibu2 mereka tidak 'pandai' menjaga kebersihan anaknya, jadi bosnya ayah illfeel kali yeee :p

Dari kecil kata ibu aku tuh orangnya ga suka yang jorok2, kemana2 selalu pake sepatu, ga suka main tanah, ga suka becek n paling ga tahan panas2. Makanya si Merry 'kecil' betaaahh seharian main di ruangan bos, karena tempatnya bersih, adem dan satu lagi banyyyaaakk makanannya. Heheh sepertinya yang terakhir itu deh yang bikin betah .. hahahaha..

Usia 5 tahun, ibu membawaku kembali ke kota kelahirannya Lubuk Sikaping, dengan niat membangun rumah lagi untuk kami tempati, sementara ayah tetap di Palembang karena kontrak ayah belum habis dengan perusahaannya. Aku tidak begitu ingat momen2 saat ini karena aku masih terlalu kecil saat itu. Yang aku ingat adalah ketika aku diantarkan oleh ibu ke tempat adiknya di Bukit Tinggi. Adik ibu ini Kepala Sekolah TK, alhasil akupun sekolah disini dengan status 'anak bawang'

Setahun di Bukit Tinggi, kemudian aku kembali ke kota kelahiranku. Karena usiaku belum mencukupi utk masuk SD, oleh ibuku aku kembali dimasukkan ke TK, kali ini aku murid resmi di TK Islam Darul Hikmah.
Di TK ini aku bertemu dengan teman-teman yang sampai kini menjadi temanku. Diantaranya yang aku ingat Fifi Enda Yuliyearty (sorry sist udah lupa ejaan nama loe), Boy Keleswara, Ade Firmanda, Alex Yulianto, Fera (lupa nama lengkapnya .. sorry sist). Dan banyak lagi, tapi sorry banget aku lupa :(

Glowing Time

SD, aku bersekolah di SDN 13 Benteng (ga tau sekarang namanya apa). Prestasi lumayan, Juara I dari kelas 1 s/d kelas 6 dan lulus dengan rata2 NEM 8, Alhamdulillah ga ngecewain ortu :)

SMP, aku masuk di SMPN 3 Tanjung Beringin (sekarang SMPN3 Lubuk Sikaping kali ya ). Prestasi ga jauh beda dengan SD dulu. Ga pernah Juara 3, dari 9 kali menerima Raport 2x Juara 2, sisanya Juara I plus Juara Umum. Senang dan bangga, itulah yang kulihat dari ekspresi ibuku ketika beberapa kali tampil ke depan untuk menerima raport dan piagam penghargaan atas namaku. Dan aku bahagia banget, karena bisa membahagiakan orangtua ku.

Underneath of curve

SMU, setelah mengikuti serangkaian test, aku diterima di SMU Plus Pasaman. Pada saat itu, SMU Plus ini menjadi idaman bagi orangtua siswa, karena disini siswa digratiskan dari semua biaya pendidikan. Bahkan mendapat bantuan seragam sekolah dari pemerintah. Namun sebagai gantinya, orangtua harus rela berpisah dengan anaknya, karena di SMU Plus siswanya harus tinggal di asrama. Selama di SMU ini prestasiku tak lagi menonjol seperti waktu SMP dan SD dulu. Karena memang sesuai namanya, SMU Plus, siswa2 disini adalah siswa-siswi terbaik dari semua SMP se kabupaten Pasaman. Alhasil peringkatku tidak pernah menembus 10 besar. Prestasi terbaikku selama 3 tahun di SMU Plus adalah peringkat 14 dari 35 orang siswa. Pertama kali menerima raport ada perasaan malu pada orangtuaku, namun mereka sedikitpun tidak menampakkan kekecewaannya padaku. Justru mereka dengan tersenyum bangga mengatakan aku 'hebat' karena masih bertahan di sarang 'macan'.

Masa SMU adalah masa-masa indah bagi remaja pada umumnya, karena di masa inilah mereka mulai merasakan yang namanya jatuh cinta. Ibarat bunga, pada usia ini remaja tengah menebarkan aroma wanginya. Masa-masa penuh kebahagiaan karena masa dimana remaja adalah pusat perhatian.

Namun tidak demikian bagiku. Ketika semester I kelas I, aku harus menerima kenyataan pahit, ayah sebagai penopang utama keluarga kami harus tumbang karena stroke yang menyerangnya tiba-tiba. Kakiku bergetar dengan hebat ketika menyaksikan tubuh lemah ayah yang terbaring di UGD RSU Lubuk Sikaping. Dokter menyatakan ayahku kritis karena tekanan darahnya menembus angka 230. Jika lebih dari itu, pembuluh darah bisa pecah. Aku ingin berteriak sekuatnya saat itu, namun lidahku kelu. Aku hanya bisa berdiri mematung disamping tempat tidur ayah. Dunia terasa berputar saat itu, aku tidak bisa berpikir sama sekali. Bisa diprediksi kejadian setelah itu, nilai-nilaiku terjun bebas. Pertama kalinya dalam hidupku angka merah bersarang di raportku. Aku tidak mengerti, semua blank, semua pelajaran tidak ada yang melekat diotakku.

Hal ini rupanya menarik perhatian Pak Irwan guru B. Inggris, satu waktu beliau memanggilku dan mengatakan bahwa beliau sangat memahami keadaan psikis ku saat itu, namun beliau memberiku semangat untuk bangkit. Masih terngiang jelas ditelingaku ketika dia berkata "kamu adalah salah satu siswa yang expektasi bapak tinggi, bapak kecewa dengan hasil belajar kamu belakangan ini, namun bapak mengerti apa sebabnya, tapi jika bapak jadi kamu kejadian ini akan bapak jadikan motivasi tersendiri, tanamkan pada diri kamu 'ayahku akan semakin sakit jika tahu nilai anaknya jatuh, dia akan semakin sakit jika tahu anaknya sedih, jadi agar ayahku cepat sembuh aku harus semakin rajin belajar agar mendapatkan nilai bagus dan menyenangkan hati ayahku'

kata-kata itu bagaikan mantra sakti yang mampu membangkitkanku dari keterpurukan, sehingga aku bisa bertahan dan lulus dengan nilai yang cukup memuaskan. Terimakasih banyak Pak Irwan. Kau adalah pahlawanku.

Siapa Aku ?

Namaku Merida, nama panggilanku Merry. Lahir disalah satu kota kecil di propinsi Sumatera Barat tepatnya Lubuk Sikaping pada tanggal 02 Mei 1981. Ayahku berasal dari Prabumulih (Sumatera Selatan), sedangkan ibuku tulen berdarah Minangkabau. Aku bungsu dari 6 (enam) bersaudara. Namun jika boleh aku sedikit memilah :) sebenarnya aku anak tunggal, 5 saudaraku yang lain berasal dari ayah yang berbeda. Namun karena kami dibesarkan oleh ibu dan ayahku, jujur saja aku baru mengetahui kami 'beda' itu ketika telah duduk dibangku SMU.


Aku tuh orangnya simpel, ga suka dandan tapi juga ga mau tampil kumuh. Aku tidak memiliki style tertentu dalam berpakaian, asalkan nyaman itu sudah cukup buatku.

Zodiak ku Taurus, sensitif adalah sifatku. Jika tidak menyukai apa yang aku lakukan cukup katakan dengan baik, karena aku paling tidak bisa di kasari. Ketika mendapat perlakuan yang keras, biasanya air mata yang lebih dulu membalas. Aku tidak menyukai konflik, bagiku dari pada berhadapan dengan konflik aku memilih mengalah dan menjauh pergi. Jika berhadapan dengan masalah, aku akan berusaha untuk menutupinya dari orang-orang terdekat, sebisa mungkin sampai-sampai tidak ada orang yang menyadarinya. Walaupun kenyataannya, kamar mandi dan kain sajadah adalah saksi bisu atas tumpahan setiap butir airmataku.

Kelemahanku terbesar adalah kekecewaan orang-orang tersayang. Aku paling tidak sanggup melihat wajah kecewa orang2 yang kucintai. Rasanya mau mati saja, dari pada harus menyaksikan wajah2 kecewa mereka akibat ulah kebodohanku.

Hmm .. satu lagi, aku tuh ga bisa mengendarai kendaraan bermotor. Gampang kaget dan gugup adalah alasan utamaku menghindari motor, dan memilih angkot sebagai sarana utamaku #udikabis